Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

3 Pekerja Migran Nyaris Tewas Berangkat Ilegal ke Malaysia Tenggelam di Riau

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 13:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
3 Pekerja Migran Nyaris Tewas Berangkat Ilegal ke Malaysia Tenggelam di Riau Doc: Kepmen P2MI
Ket. Hendak ke Malaysia Lewati Jalur Laut, 3 Pekerja Migran Ilegal Kecelakaan Kapal Diselamatkan BP3MI Riau

JAKARTA- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau dan TNI AL Dumai menemukan tiga korban kecelakaan kapal speed boat diduga calon pekerja migran Indonesia (CPMI) non prosedural atau ilegal.

Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, operasi penyelamatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya kabar tiga orang meminta pertolongan karena speed boat mereka mengalami kecelakaan hampir tenggelam di perairan Rokan Hilir, Riau.

“Ketiga orang tersebut meminta pertolongan disebabkan speed boat mereka hamping tenggelam karena diterjang ombak dan cuaca buruk,” kata Fanny dalam laporan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Ketiganya kemudian dibawa ke Pos AL Panipahan untuk dimintai keterangan. Kepada petugas, mereka mengaku menggunakan speed boat hendak menuju ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal.

“Ketiga orang tersebut merupakan Warga Negara Indonesia yang bekerja di Malaysia, Kota Selangor selama 1 tahun. Untuk 1 orang perempuan memiliki paspor namun sudah mati, sementara 2 orang laki-laki tidak memiliki paspor,” ujar Fanny.

Ketiga calon pekerja migran Indonesia ilegal itu lantas diserahkan kepada Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal.

“Diserahkan ke P4MI Dumai untuk proses lebih lanjut dipulangkan ke keluarganya,” kata Fanny.

Terpisah, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding tak bosan mengingatkan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri untuk mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.

Menteri Karding menyebut 95 persen pekerja migran yang berangkat secara non prosedural rawan mengalami kasus penyiksaan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya masalah pekerja migran di luar negeri, masalahnya karena mereka berangkat secara ilegal,” kata Menteri Karding beberapa waktu lalu di Kepulauan Riau.

“95 persen orang pekerja migran Indonesia yang mengalami kekerasan, mengalami perlakuan tidak adil, mendalami human trafficking atau TPPO itu adalah orang yang berangkat secara ilegal,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.