Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

170 Orang Ikuti Pelatihan Kerja Berbasis MTU di Jakbar

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 17:53 WIB | Oleh:
170 Orang Ikuti Pelatihan Kerja Berbasis MTU di Jakbar Doc: ANTARA/HO-Pemkot Jakbar
Ket. Sejumlah warga mengikuti pelatihan tata boga yang diadakan oleh Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat (Jakbar) di halaman Kantor Lurah Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Rabu (30/4).

JAKARTA - Sebanyak 170 orang telah mengikuti pelatihan kerja berbasis kompetensi Mobile Training Unit (MTU) yang diadakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (PPKD) Jakarta Barat pada 2025.

"Peserta yang telah mengikuti pelatihan MTU angkatan 1 dan 2 sebanyak 170 orang," ujar Kepala Satuan Pelaksana PPKD Jakarta Barat, Agus Susanto usai mengikuti rapat monitoring dan evaluasi (Monev) pelatihan MTU di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/6).

Agus menyebutpelatihan MTU angkatan pertama yang dimulai pada bulan Februari-Maret 2025, diikuti delapan kelurahan yakni Kelurahan Taman Sari, Jatipulo, Tanjung Duren Utara, Duri Kosambi, Joglo, Grogol, Rawa Buaya dan Tanjung Duren Selatan.

Sementara MTU angkatan kedua dimulai pada pertengahan bulan April hingga Mei 2025
diikuti enam kelurahan yakni Kelurahan Duri Kepa, Kedoya Utara, Kota Bambu Selatan, Kebon Jeruk, Kapuk, dan Wijaya Kusuma.

"Program pelatihan yang banyak diikuti peserta adalah pelatihan tata boga dan tata rias. Setiap program pelatihan diikuti sebanyak 10 peserta," kata dia.

Lebih lanjut, ujar Agus, ada sejumlah kendala pada pelaksanaan program pelatihan MTU, seperti kendala kendaraan MTU tak bisa masuk ke kantor kelurahan.

Namun, pelatihan bisa tetap berlanjut dengan koordinasi instansi terkait.

"Solusinya, pihak kelurahan bekerjasama dengan instansi terkait, seperti Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) untuk mengadakan pelatihan di rumah susun," ungkap Agus.

Selain itu, kendala lain yakni kurangnya sosialisasi program pelatihan MTU kepada masyarakat. Ia mendorong sosialisasi aktif dari tingkat kelurahan agar program tersebut bisa sampai ke masyarakat.

"Karena memang pelatihan ini seharusnya dari kesadaran warga. Karena mereka belum memiliki skill, sehingga mereka harus aktif mengusulkan kepada masing-masing kelurahan. Pihak kelurahan juga gencar memberikan sosialisasi kepada warganya," kata Agus. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.