Tercapainya Target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Sebesar 95 Persen Dapat Ciptakan Herd Immunity
📅 Senin, 05 Mei 2025, 18:50 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: MSD
JAKARTA– PT. Merck Sharp & Dohme Indonesia (MSD Indonesia) sukses menyelenggarakan rangkaian perdana Indonesian Vaccine Convention (IVAXCON) 2025 di Jakarta pada 26-27 April 2025 di Jakarta. Pada hari kedua pelaksanaannya, lebih dari 1.000 tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Indonesia terlibat bersama puluhan pakar kesehatan dalam upaya meningkatkan kapasitas.
Peningkatan kapasitas penting bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam upaya pemerataan vaksinasi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan MSD Indonesia dalam mendukung percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi nasional.
Hari kedua IVAXCON dibuka dengan sambutan dari Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, M.K.M dan Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pakar kesehatan terkemuka sebagai panelis dalam sesi diskusi.
Pada pakar yang hadir diantaranya Ketua Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K); Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K); dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, FINASIM.
Dalam sambutannya, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, MKM menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk menghadapi tantangan imunisasi. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada tahun 2024 adalah 87,3 persen dan antigen baru seperti PCV dan RV adalah 86,6 persen, cakupan ini masih dibawah target untuk terbentuknya kekebalan kawanan (herd immunity) sebesar 95 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan adanya hoaks atau misinformasi yang menjadikan masih banyaknya wilayah di Indonesia dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yang rendah. Untuk itu, dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2025, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama bergandengan tangan, memperkuat sinergi dan kolaborasi, untuk mensukseskan program imunisasi,” ujar di pada kesempatan tersebut.
Ia menerangkan, salah satu cara paling sederhana bagi tenaga kesehatan adalah dengan selalu menanyakan status imunisasi bayi atau anak dalam setiap kesempatan, bukan hanya saat akan mendapatkan imunisasi. Dengan cara ini, dapat melindungi generasi bangsa, karena anak-anak yang tumbuh sehat hari ini merupakan fondasi bagi lahirnya generasi pemimpin yang tangguh di masa mendatang.
Senada dengan hal itu, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou menyampaikan, di era digital yang penuh tantangan informasi, IVAXCON bukan sekadar forum ilmiah semata. Lebih jauh dari itu merupakan gerakan kolektif berbasis ilmu sains yang mempertemukan para ahli dan tenaga kesehatan untuk memperkuat ekosistem imunisasi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di MSD, kami percaya bahwa sangat penting untuk tenaga kesehatan memiliki bekal ilmu pengetahuan terkini dan pemahaman mendalam untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan serta layanan kesehatan,” katanya.
Apa yang diinisiasi dalam IVAXCON 2025 adalah salah satu wujud komitmen MSD untuk mendukung para tenaga kesehatan untuk mendapatkan akses terhadap pembaharuan terkini terkait pengetahuan kesehatan terutamanya imunisasi. Besar harapan kami, acara IVAXCON ini dapat menjadi pondasi penting bagi transformasi kesehatan jangka panjang dalam lanskap vaksinasi Indonesia.”
Guna memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung perluasan cakupan vaksinasi, IVAXCON hari kedua menghadirkan tiga sesi diskusi utama yang dirancang untuk membahas perjalanan vaksinasi secara menyeluruh, dimulai dari pemahaman sejarah dan dampak vaksinasi, pembaruan rekomendasi imunisasi anak dan remaja, hingga pentingnya vaksinasi untuk kalangan dewasa dan lansia.
Sementara itu dalam sesi bertajuk “Evolusi Vaksinasi: Bagaimana Sains Mengubah Perjalanan Kemanusiaan,” Ketua Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K) menekankan dampak nyata vaksin terhadap kualitas hidup generasi bangsa. Indonesia berhasil menurunkan angka kematian bayi dari 68 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1991 menjadi 21 per 1.000 pada tahun 2020. Keberhasilan ini berkat program imunisasi nasional yang telah memainkan peran besar dalam pencapaian ini.
“Namun, tantangan kita masih besar dan pekerjaan kita belum selesai. Tugas kita bersama adalah memastikan setiap anak di pelosok negeri ini mendapatkan hak yang sama atas imunisasi, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat dan tangguh,” tegas Sri.
Imunisasi pada anak dan remaja merupakan langkah strategis untuk melindungi mereka dari penyakit infeksius yang dapat dicegah. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), menegaskan bahwa imunisasi bukan hanya hak setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit berbahaya, serta kewajiban orang tua untuk memberikan akses kepada anak-anak mereka, tetapi imunisasi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan anak dan masyarakat secara luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!