Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Istana Buckingham Akhirnya Buka Suara Setelah Wawancara Pangeran Harry di BBC

📅 Senin, 05 Mei 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Istana Buckingham Akhirnya Buka Suara Setelah Wawancara Pangeran Harry di BBC Doc: The Sun
Ket. Charles dan Pangeran Harry berfoto bersama pada tahun 2019 di London.

LONDON - Istana Buckingham akhirnya buka suara mengenai masalah pengaturan keamanan Pangeran Harry, menyusul putusan Pengadilan Banding Inggris pada Jumat lalu dan wawancara Harry di BBC yang mengklaim telah menjadi korban dari "tipu daya lembaga."

Harry kalah di pengadilan Inggris dalam perjuangannya mendapatkan perlindungan VIP setelah kepindahannya ke luar negeri. Ia terus memiliki pengaturan keamanan khusus yang dibuat untuk kunjungannya ke Inggris. 

Harry mengajukan kasus tersebut melawan Kementerian Dalam Negeri Inggris dan Komite Eksekutif untuk Perlindungan Keluarga Kerajaan dan Tokoh Publik, yang dikenal sebagai Ravec (yang mencakup tokoh-tokoh dari Rumah Tangga Kerajaan yang mewakili Raja).

Dalam putusan hari Jumat, Hakim Sir Geoffrey Vos, Lord Justice Bean, dan Lord Justice Edis menolak banding Harry.

Sir Geoffrey mengatakan argumen Harry “menggetarkan” namun tidak mengarah pada tantangan hukum yang sebenarnya.

“Tidak mungkin untuk mengatakan bahwa alasan ini tidak logis atau tidak tepat, malah tampaknya masuk akal,” katanya, seperti dikutip Deadline.

Tak lama setelah itu, BBC merilis wawancara dengan Harry, "Saya tidak bisa membayangkan dunia di mana saya akan membawa istri dan anak-anak saya kembali ke Inggris saat ini," kata Harry dalam wawancara tersebut.

Dia mengeluh bahwa ayahnya, Raja Charles, bisa saja mendukungnya dengan “menyingkir dan membiarkan para ahli melakukan pekerjaan mereka.”

Surat kabar The Sun kemudian menerbitkan pernyataan dari Istana Buckingham. "Semua masalah ini telah diperiksa berulang kali dan dengan cermat oleh pengadilan, dengan kesimpulan yang sama dicapai pada setiap kesempatan," kata seorang juru bicara istana.

Dalam wawancara dengan BBC, Harry mengatakan, ia "menginginkan rekonsiliasi" dengan keluarga kerajaan, tetapi Raja Charles "tidak mau berbicara dengan saya".

"Saya tidak tahu berapa banyak waktu yang dimiliki ayah saya."

Raja Charles kini tengah menjalani perawatan kanker, setelah diagnosisnya diumumkan ke publik pada tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
IQAir: Kualitas Udara Jakar...
Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.