Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fakta Dana Indonesiana 2025: Anggaran Rp 465 Miliar untuk Majukan Kebudayaan

📅 Senin, 05 Mei 2025, 16:08 WIB | Oleh:
Fakta Dana Indonesiana 2025: Anggaran Rp 465 Miliar untuk Majukan Kebudayaan Doc: IndonesianaTV/yds
Ket. Dana Indonesiana 2025 yang bersumber dari total Rp 5 triliun ini bertujuan untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi meluncurkan Dana Indonesiana 2025 pada hari ini, Senin (5/5/2025), dengan alokasi anggaran sebesar Rp 465 miliar.

Dana abadi yang bersumber dari total Rp 5 triliun ini bertujuan untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Fadli Zon menjelaskan bahwa Dana Indonesiana merupakan skema pendanaan berkelanjutan yang digagas Kementerian Kebudayaan dan LPDP untuk memastikan kelangsungan hidup dan perkembangan warisan budaya, seni, tradisi, pengetahuan, adab, serta inovasi kreatif Indonesia.

"Tanpa investasi yang tepat, banyak komunitas tradisi dan praktik budaya yang memang membutuhkan dukungan, membutuhkan bantuan, berisiko ini terpinggirkan, bahkan hilang," ujarnya saat peluncuran di Kementerian Kebudayaan.

Sekretaris Jenderal Kebudayaan Bambang Wibawarta menambahkan bahwa Dana Indonesiana adalah wujud komitmen negara dalam menjamin keberlanjutan dan pemanfaatan kebudayaan Indonesia secara inklusif, transparan, dan berkelanjutan, bahkan menyasar hingga daerah 3T.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menekankan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan sebagai regulator dan LPDP dalam mengelola dana ini secara akuntabel.

Dana Indonesiana 2025 menyediakan dukungan untuk berbagai program, termasuk fasilitasi bidang kebudayaan bagi komunitas dan pelaku budaya, produksi kegiatan kebudayaan dan media, serta kajian objek kemajuan kebudayaan.

Pendaftaran dibuka bagi perseorangan, kelompok/komunitas budaya, serta lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan dan telah aktif selama dua tahun terakhir melalui laman danaindonesiana.kemenbud.go.id.

Dr. Toeti Heraty Noerhadi, seorang budayawan dan filsuf, menyambut baik peluncuran Dana Indonesiana 2025.

"Keberlanjutan pendanaan adalah kunci bagi perkembangan kebudayaan. Dana abadi ini memberikan harapan bagi para pelaku budaya untuk terus berkarya dan melestarikan warisan bangsa tanpa harus selalu bergantung pada anggaran tahunan yang terbatas," ujarnya.

Lebih lanjut, Hilmar Farid, seorang sejarawan dan aktivis kebudayaan, menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana.

"Meski inisiatif ini sangat positif, mekanisme seleksi dan pertanggungjawaban penggunaan dana harus dipastikan berjalan dengan baik agar tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi pemajuan kebudayaan di seluruh Indonesia," katanya.

Dana Indonesiana 2025 diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi ekosistem budaya yang adil dan merata, memastikan kekayaan budaya Indonesia terus lestari dan berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...

Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

37 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

52 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Luar Negeri
Ceuta Spanyol Hadapi Gelomb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.