Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Energi Hijau Turunkan Biaya Operasional Tambak Udang di Sulbar

📅 Senin, 05 Mei 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Energi Hijau Turunkan Biaya Operasional Tambak Udang di Sulbar Doc: Antara
Ket. Petugas PLN melakukan peninjauan lapangan pasokan listrik tambak udang vaname, di Desa Beru-beru, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Makassar - PT PLN (Persero) melalui energi hijau yang dialirkan ke tambak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) budi daya udang vaname di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berhasil menghemat biaya operasional hingga 70 persen.

PLN yang terus mendukung sektor agrikultur dengan penyediaan listrik yang andal dan mudah melalui program Electrifying Agriculture (EA) sukses menekan biaya operasional hingga Rp6,6 juta per bulan dengan penyediaan listrik sebesar 16,5 kiloVolt Ampere (kVA).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Edyansyah, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (5/5), menyampaikan program EA menjadi komitmen PLN mendorong modernisasi di sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional para pelaku di sektor agrikultur.

“Penggunaan teknologi agrikultur berbasis listrik akan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan pelaku usaha agrikultur dibanding menggunakan genset atau diesel,” ujar Edyansyah.

Program EA merupakan inovasi PLN dalam mengajak para pelaku di sektor agrikultur untuk beralih menggunakan alat-alat dan mesin produksi berbasis listrik sehingga lebih maju, efisien, dan ramah lingkungan.

Ia juga menambahkan, melalui program ini, PLN juga berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat dan lingkungan sekitar lewat berbagai inovasi teknologi kelistrikan. “Kami juga menyediakan layanan kelistrikan yang berbasis energi hijau yaitu Renewable Energy Certificate (REC),” kata Edyansyah.

Ado Mas'ud, pemilik tambak udang vaname seluas dua hektare di Desa Beru-beru, Kabupaten Mamuju, menyebut program EA PLN tersebut mampu menggenjot peningkatan budi daya udangnya dan mendorong efisiensi biaya operasional usaha tambak udang hingga 70 persen tiap bulannya.

Sebelum menggunakan listrik PLN, ia mengaku hanya panen udang sejumlah satu ton per satu setengah bulan (satu siklus). “Setelah beralih menggunakan listrik, alhamdulillah dalam satu siklus panen kami dapat menghasilkan udang sebanyak 2,3 ton,” ujar Ado.

Ado Mas'ud turut mengapresiasi layanan sigap dari PLN, karena saat ini banyak petambak udang di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar, ingin beralih ke listrik PLN.

“Terima kasih PLN karena dalam jangka yang begitu cepat PLN mampu melayani dan menyambungkan listriknya. Dengan masuknya listrik, budi daya udang dan ikan di desa kami dapat lebih maksimal hasilnya,” kata Ado.

Ado menambahkan, saat ini kebanyakan petambak udang di Kabupaten Mamuju telah beralih ke listrik PLN. “Saat ini layanan PLN semakin baik, begitu ada tantangan langsung direspons secara cepat. Selain itu, kami juga mendapatkan fasilitas dari PLN berupa empat sertifikat Energi Baru Terbarukan yang tentunya dapat menambah nilai jual kami,” kata Ado pula.

Pada kesempatan yang berbeda, petani dari Desa Beru-beru, Kabupaten Mamuju, Sudirman merinci sebelum menggunakan listrik PLN, tambak udang miliknya menghabiskan sekitar 1.382 liter solar dengan estimasi biaya sekitar Rp9,4 juta lebih per bulan. Setelah menggunakan listrik PLN, pihaknya hanya membayar listrik sebagai biaya operasional bulanan di kisaran Rp2,8 juta.

“Selain menghemat biaya operasional, hadirnya listrik dapat mengoptimalkan semua peralatan listrik yang ada seperti kincir dan penerangan yang dinyalakan malam hari untuk menjaga kualitas udang,” katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...

Pemerintah Kota Bogor Lanjutkan Penertiban 516 Angkot

58 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Luar Negeri
Indonesia Usul MoU Kemitraa...
Olahraga
Akankah Lahir Sejarah di St...
Daerah
Dukung Pariwisata, DAMRI Bu...
Rona
Winter aespa Kena Herpes Zo...
Daerah
BPBD Parimo Distribusi 32 R...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.