Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes berupaya turunkan angka kematian ibu dan bayi di Bengkayang

📅 Senin, 05 Mei 2025, 16:05 WIB | Oleh:
Dinkes berupaya turunkan angka kematian ibu dan bayi di Bengkayang Doc: ANTARA/Narwati
Ket. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang, Yohanes Bandan.

Bengkayang -- Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat terus berupaya menurun angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di daerah setempat.

"Angka kematian pada ibu kita menurun dalam lima tahun terakhir. Pada 2023 dan 2024 hanya terdapat satu kasus, sementara untuk kematian bayi justru terjadi peningkatan setiap tahunnya," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang, Yohanes Bandan, Senin.

Angka kematian pada bayi (AKB) dengan usia 0-11 bulan pada 2024 sebanyak 74 kasus dari total kelahiran 4.081 jiwa. Jika dikonversikan ke angka menjadi 18,3 persen per 1.000 kelahiran hidup (HK)

Tingginya angka kematian pada bayi tersebut, katanya, disebabkan beberapa faktor, antara lain asfiksia dan BBLR (bayi berat badan lahir rendah) serta rendahnya kesadaran ibu untuk memeriksakan bayinya ke fasilitas kesehatan (faskes).

Kemudian, masih kurangnya sistem rujukan dan pemantauan AKB dan AKI untuk memastikan bahwa setiap kasus kematian ibu dan anak dapat dianalisis dan diatasi secara tepat. Kurangnya peran serta masyarakat dalam upaya penurunan AKB dan AKI, seperti melibatkan kader kesehatan dan tokoh masyarakat dalam kampanye kesehatan.

"Untuk menekan angka tersebut perlunya kerja sama antarsektor, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat, untuk meningkatkan efektivitas upaya penurunan AKB dan AKI," ujarnya.

Selain itu, kata Yohanes, faktor lain juga seperti sosial, ekonomi dan lingkungan.

Sementara untuk capaian layanan kesehatan ibu hamil di 2024 mencapai 77,54 persen atau 5.891 sasaran. Dan untuk pelayanan ibu bersalin 68,22 persen atau 5.881 jiwa, pelayanan kesehatan bayi baru lahir 72,02 persen 5.596 jiwa. Pelayanan kesehatan balita 92,79 persen atau 2.129 sasaran.

Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar 98,78 persen atau 46.080 jiwa dan pelayanan kesehatan pada usia lanjut (60 tahun) 84,13 persen atau 26.409 jiwa.

Ia mengakui, dalam memberikan layanan pada masyarakat ini banyak terdapat hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, faktor sosial- ekonomi, budaya dan geografis.

"Keterbatasan infrastruktur untuk akses masyarakat datang ke faskes dan tenaga medis juga menjadi kendala utama," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.