Review Jujur “Jumbo” Antara Kritik dan Keajaiban Animasi Lokal
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 18:47 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Visinema (poster film teatrikal
JAKARTA - Film Jumbo (2025) tiba di layar lebar seperti oase di tengah kemarau panjang perfilman anak-anak Indonesia.
Dirilis pada momen strategis, 31 Maret 2025, tepat di tengah libur Lebaran, film animasi arahan Ryan Adriandhy ini langsung disambut antusias oleh penonton yang membanjiri bioskop di berbagai kota.
Bukan karena janji kisah yang belum pernah ada, melainkan karena kerinduan publik akan karya lokal yang segar, berani, dan dikemas dengan serius.
Di tengah dominasi film-film horor, drama remaja, dan komedi romantis yang silih berganti, Jumbo seperti menawarkan ruang bernapas sehingga menjadi sebuah tontonan keluarga yang tak hanya aman, tapi juga penuh warna.
Sebagai Visinema Animation, film ini meraih sukses komersial spektakuler. Dalam sebulan tayang di bioskop, Jumbo telah ditonton lebih dari delapan juta orang, menempatkannya sebagai film animasi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Produser Anggia Kharisma menyebut rekor itu bukan sekadar angka, melainkan “merepresentasikan cinta, harapan, dan kepercayaan masyarakat terhadap cerita-cerita lokal kami.”
Produksi Visinema Studios (bekerja sama dengan rumah produksi lain) ini memang dipoles dengan visual dan citra yang kuat, serta pengarahan yang berusaha keras mencapai penghayatan.
Begitu layar menampilkan dunia Jumbo, mata penonton langsung terpukau! Animasi yang begitu detail dan warna-warni cerah serasa membawa masuk ke dalam dunia mimpi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kualitas gambar “jernih, tajam, dan meriah” membuat film ini pantas disandingkan dengan film produksi Pixar atau Disney.
Warna-warna cerah dalam film ini benar-benar memanjakan mata, seperti melihat lukisan bergerak yang hidup. Tekstur animasi detil pada kain, rambut, kulit, genangan air, dan lain-lain, serta efek sinematografi yang kuat menghadirkan imersi tinggi bagi penonton. Namun apakah hanya visual yang bisa diandalkan dari Jumbo?
Para kritikus mencatat bahwa desain karakter yang ekspresif menambah kedekatan emosi hingga penonton diharapkan dapat merasakan sedih atau gembiranya tokoh-tokoh utama.
Sejumlah portal media memuji bahwa Jumbo menampilkan penokohan kompleks dan masuk akal, sehingga konflik emosionalnya berlapis.
Pujian serupa datang dari portal media lainnya yang menyatakan persahabatan dan empati antartokoh diolah dengan dalam tanpa mengkotak-kotakkan karakter sebagai hitam-putih.
Tim pengisi suara film ini juga diisi banyak artis ternama Prince Poetiray, Quinn Salman, Yusuf Özkan, Ariel “NOAH”, Ratna Riantiarno, Ariyo Wahab, Bunga Citra Lestari, Angga Yunanda, Muhammad Adhiyat, Graciella Abigail, Cinta Laura Kiehl, dan lainnya yang berhasil menghidupkan kepribadian setiap karakter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!