Vietnam Menentang Klaim Tiongkok dan Filipina atas Terumbu Karang Sandy Cay di LTS
📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 19:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP
HANOI - Vietnam pada sabtu (3/5) telah mengirimkan nota diplomatik ke Tiongkok dan Filipina untuk memprotes aktivitas mereka di perairan Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan, dan mendesak mereka untuk menghormati klaim teritorialnya, ungkap mereka.
Pernyataan itu menyusul aktivitas Tiongkok dan Filipina di Sandy Cay, yang dianggap Vietnam sebagai bagian wilayahnya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang.
Lembaga penyiaran pemerintah Tiongkok, CCTV, pekan lalu mengatakan penjaga pantainya telah mendarat di Sandy Cay sebagai bagian dari operasi kontrol maritim untuk menjalankan kedaulatannya, sementara Filipina mengirim tim ke gundukan pasir itu dan tidak menemukan seorang pun di sana.
Baik Tiongkok maupun Filipina juga mengibarkan bendera di Sandy Cay, tindakan yang digambarkan oleh para analis sebagai "provokasi kecil-kecilan".
"Vietnam meminta pihak-pihak terkait untuk menghormati kedaulatan Vietnam, mematuhi hukum internasional, dan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Timur," kata Hang dalam pernyataan tersebut, menggunakan nama Vietnam untuk LTS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Vietnam telah mengomunikasikan dan mengirim nota diplomatik yang berisi protes terhadap negara-negara terkait mengenai aktivitas yang melanggar kedaulatan Vietnam atas Sandy Cay dan entitas terkait Truong Sa," imbuh dia.
Truong Sa adalah nama Vietnam untuk Kepulauan Spratly.
Terkait protes Vetnam ini, pihak kedutaan besar Tiongkok dan Filipina di Vietnam belum mengeluarkan tanggapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sandy Cay dekat dengan Pulau Thitu, pulau terbesar dan paling strategis dari sembilan fitur yang diduduki Filipina di Kepulauan Spratly, tempat Tiongkok , Malaysia, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim tumpang tindih.
Tongkok mengklaim lebih dari 90 persen wilayah LTSyang berpotensi kaya energi melalui klaim "sembilan garis putus-putus" berbentuk U pada petanya yang membentang ke Asia tenggara dan memotong zona ekonomi eksklusif Brunei, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. CNA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!