Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program vaksinasi DBD Kaltim diapresiasi empat negara Asia

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 20:50 WIB | Oleh:
Program vaksinasi DBD Kaltim diapresiasi empat negara Asia Doc: ANTARA/HO-Dinkes Kaltim.
Ket. Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin (kiri) meninjau pelaksanaan vaksinasi DBD di salah satu SD di Samarinda.

Samarinda -- Program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan apresiasi dari empat negara di Asia, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Sabtu, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini telah menarik perhatian mancanegara.

"Vaksinasi DBD kita sudah diapresiasi oleh dunia internasional. Buktinya, kami diundang ke Singapura pada Februari lalu untuk menyampaikan bagaimana program ini berjalan," ujarnya.

Lebih lanjut, Jaya menyebutkan bahwa setelah Singapura, pihaknya juga dijadwalkan untuk menjadi narasumber di Penang (Malaysia) pada Oktober mendatang.

"Berikutnya, Thailand dan Jepang juga berminat untuk mengundang kami. Ini karena Kaltim menjadi contoh yang baik dalam implementasi vaksinasi DBD," ucapnya.

Jaya menjelaskan bahwa undangan dari empat negara tersebut merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai ide awal hingga keberhasilan implementasi vaksinasi DBD di Kaltim.

Saat ini, program vaksinasi DBD di Kaltim telah berjalan di Kota Samarinda dan Balikpapan, dan bakal diperluas ke Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun ini.

"Dengan adanya vaksinasi ini, kita bisa mengurangi angka hospitalisasi akibat DBD. Selama hampir dua tahun berjalan, mereka yang sudah divaksinasi tidak pernah lagi terserang DBD, menandakan program ini berjalan efektif," ujarnya.

Dinkes Kaltim sendiri menyasar anak usia sekolah dalam program vaksinasi DBD. Jaya menjelaskan bahwa pemilihan kelompok usia itu didasarkan pada data kasus DBD yang menunjukkan tingginya potensi penularan saat anak-anak berada di lingkungan sekolah.

"Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD, aktif menggigit pada pagi hingga sore hari," cakapnya.

Jaya juga menyoroti perbedaan strategi penanganan DBD di Kaltim dengan negara lain. Ia mencontohkan Singapura yang masih mengandalkan metode 3M Plus dan teknologi Wolbachia.

"Di Singapura, Wolbachia sudah diterapkan selama 15 tahun, namun dinilai kurang efektif dibandingkan dengan vaksinasi," ucap Jaya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.