Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembelajaran Coding Anak SD Jangan Membosankan

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 18:52 WIB | Oleh:
Pembelajaran Coding Anak SD Jangan Membosankan Doc: Istimewa
Ket. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Achmad Hidayatullah.

JAKARTA - Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Achmad Hidayatullah, menekankan bahwa pembelajaran coding bagi anak sekolah dasar (SD) jangan membosankan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memasukan pembelajaran coding untuk di jenjang sekolah.

"Coding tidak boleh diajarkan dengan cara yang kaku dan membosankan," ujar Dayat, dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Sabtu (3/5).

Dayat menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dunia anak. Pendekatan visual, menyenangkan, dan interaktif menjadi kunci agar siswa tidak merasa terbebani.

Salah satu contoh metode pengajaran yang ramah anak adalah melalui pengenalan simbol warna dan angka. Misalnya, lingkaran berwarna merah, kuning, hijau, dan biru masing-masing dikodekan dengan angka 2, 3, 4, dan 5.

“Anak-anak harus diberi tahu, belajar coding itu tidak sekadar menulis kode, tetapi juga membangun masa depan. Coding adalah alat untuk berkarya, bukan sekadar pelajaran tambahan,” jelasnya.

Dayat menyebut belajar coding banyak manfaat seperti peluang karier di masa depan, kemampuan menciptakan game atau aplikasi sendiri, hingga keterampilan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, anak-anak akan lebih bersemangat dan konsisten dalam belajar.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, dia menilai kebutuhan akan literasi digital semakin mendesak. Pembelajaran coding sejak kelas 5 SD dapat menjadi langkah awal untuk membekali generasi muda dengan keterampilan abad ke-21: berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

“Kini saatnya sekolah-sekolah mulai merancang kurikulum coding yang menyenangkan dan relevan. Dengan pendekatan yang ramah anak, visual, dan berbasis manfaat nyata, pembelajaran coding berpeluang besar menjadi salah satu pelajaran favorit di sekolah dasar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.