Zelensky Sebut Kesepakatan Mineral Ukraina-AS 'Benar-benar Setara'
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 16:00 WIB | Oleh: Lili LestariPerjanjian baru tersebut tidak memberikan komitmen keamanan spesifik apa pun bagi AS, tetapi Washington berpendapat bahwa peningkatan kepentingan bisnisnya di Ukraina akan membantu menghalangi RusSia.
Moskow terus melancarkan serangan terhadap Ukraina tanpa henti, meskipun Trump berupaya menengahi gencatan senjata.
Zelensky mengatakan sekutu Ukraina harus meningkatkan "tekanan pada Russia untuk memaksanya diam dan bernegosiasi" beberapa jam setelah kesepakatan disetujui dan Russia melancarkan serangan udara mematikan di seluruh negeri.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan kepada AFP pada hari Kamis, setelah pembicaraan Washington dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Uni Eropa sedang mempersiapkan sanksi putaran ke-17 terhadap Russia, seraya menyebut Presiden Vladimir Putin sebagai "satu-satunya hambatan" bagi perdamaian di Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekelompok senator AS kedua partai yang dipimpin Lindsey Graham dari Partai Republik dan Richard Blumenthal dari Partai Demokrat juga bulan lalu mengusulkan undang-undang yang akan menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang bersahabat dengan Moskow jika negara itu mengganggu upaya untuk mengakhiri perang.
Meski ada upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang diluncurkan oleh Kremlin lebih dari tiga tahun lalu, Rusia menolak gencatan senjata 30 hari yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Ukraina pada bulan Maret, menuntut penghentian bantuan militer Barat untuk Kyiv.
Amerika Serikat memperingatkan minggu ini akan menjadi "penting" dalam menentukan apakah mereka akan meninggalkan upaya untuk menengahi berakhirnya konflik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan dia "optimistis" dapat mengamankan penghentian pertempuran tetapi mengatakan pada akhirnya hal itu akan tergantung pada Kyiv dan Moskow.
"Mereka adalah orang-orang yang harus mengambil langkah terakhir," katanya dalam komentar yang disiarkan di Fox News.
Dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada kemungkinan Amerika Serikat bisa saja meninggalkan proses perdamaian mengingat "kita punya begitu banyak -- dan saya berpendapat -- isu yang jauh lebih penting yang sedang berlangsung di seluruh dunia."
"Saya akan mengatakan apa yang terjadi dengan Tiongkok lebih penting dalam jangka panjang bagi masa depan dunia," katanya pada hari Kamis di Fox News.
Putin telah mengumumkan gencatan senjata kejutan selama tiga hari mulai 8-10 Mei, bertepatan dengan perayaan besar-besaran Moskow untuk menandai peringatan 80 tahun Hari Kemenangan Perang Dunia II.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!