Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendidikan Tinggi Jadi Penentu! Mendiktisaintek Sebut Kunci Indonesia Emas 2045 Ada di Tangan Generasi Ini!

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendidikan Tinggi Jadi Penentu! Mendiktisaintek Sebut Kunci Indonesia Emas 2045 Ada di Tangan Generasi Ini! Doc: Antara
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam kegiatan peluncuran program Diktisaintek Berdampak di Jakarta, Jumat (2/5).

Jakarta- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memegang peran kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam kegiatan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Jakarta, Jumat (2/5), Mendiktisaintek mengingatkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden RI telah mengamanati misi besar yang terkandung dalam Astacita, yang di antaranya berupa ketahanan nasional melalui swasembada pangan, energi, dan air, penguatan SDM dan pendidikan, hilirisasi dan industrialisasi, kesehatan, hingga kesetaraan gender, penguatan disabilitas, dan ekonomi kreatif.

"Ini sesungguhnya adalah sebuah amanah buat kita semua. Ini adalah sebuah kepercayaan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memegang peran kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.

Menteri Brian menyebutkan berbagai visi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan nyata di masyarakat, seperti adanya anggapan bahwa kuliah di perguruan tinggi itu kurang penting, karena misalnya banyak sarjana yang sulit mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya, hingga akses dan kualitas daerah yang berbeda-beda di setiap daerah.

Pemerintah, lanjut dia, telah berupaya mengurangi berbagai anggapan tersebut dengan menyediakan kuliah gratis melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

"Tetapi kita tidak bisa berhenti di sana. Kita perlu membangun sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan, yang relevan, dan juga yang memberikan dampak," ujarnya.

Oleh karena itu, Menteri Brian mengungkapkan pihaknya kini tengah melakukan berbagai upaya transformasi pendidikan tinggi, dengan tujuan agar pendidikan tinggi bisa membuka akses yang seluas-luasnya, memastikan kualitas di satu tempat dengan tempat yang lain bisa terjamin, hingga pendidikan tinggi, sains, teknologi, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, menurut dia, perguruan tinggi harus bisa menghasilkan lulusan yang relevan, membangun ekosistem pembelajaran yang lincah dengan menghubungkan riset, inovasi, dan pembelajaran dengan industri, dunia usaha, dan masyarakat, hingga bekerja dengan kinerja berbasis output, bukan hanya berhenti sampai pada proses.

"Inilah paradigma transformasional yang menjadi fondasi utama dari pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak," ucapnya.

Oleh sebab itu, Kemdiktisaintek meluncurkan program Diktisaintek Berdampak sebagai lanjutan dari program Kampus Merdeka.

Program ini memiliki visi agar seluruh perguruan tinggi di Indonesia bisa bergandengan tangan bersama dengan pemerintah daerah, industri, UMKM, dan masyarakat yang berada di sekitar kampus untuk berkolaborasi dalam mendorong kemajuan bersama.

"Mari bersama-sama kita memastikan kampus-kampus kita semua berdampak, mahasiswa-mahasiswa melakukan aktivitas yang memberikan dampak, riset dan inovasi yang berjalan tidak berhenti sampai paper, jurnal, atau paten, tetapi lebih dari itu bisa membantu industri-industri yang ada, dan pada akhirnya Indonesia bisa bergerak maju, berbasis ilmu, inovasi, dan tentu keberpihakan kepada masyarakat." tutur Brian Yuliarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.