Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Jatuh, SUN Diterjang Arus Keluar Asing Pertama dalam Lima Bulan

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 19:29 WIB | Oleh:
Rupiah Jatuh, SUN Diterjang Arus Keluar Asing Pertama dalam Lima Bulan Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Kemerosotan mata uang membuat Bank Indonesia menahan laju rupiah selama tiga bulan berturut-turut minggu lalu.

JAKARTA - Surat Utang Negara (SUN) baru-baru ini dilaporkan sedang mengalami arus keluar modal asing bulanan pertama tahun ini, akibat ketidakstabilan ekonomi dan jatuhnya nilai tukar rupiah yang mengikis kepercayaan investor.

Dikutip dari Bloomberg, menurut data Kementerian Keuangan, investor asing telah menjual bersih obligasi pemerintah senilai 221 juta dolar AS bulan ini, menempatkan pasar pada jalur arus keluar pertamanya sejak November. Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun telah turun lebih dari sembilan basis poin selama periode yang sama.

Ketidakpastian membebani aset negara. Bank Indonesia telah memperingatkan bahwa penghindaran risiko oleh investor dapat berlanjut di tengah situasi tarif global yang berubah dengan cepat, dan menjanjikan intervensi lebih lanjut untuk menjaga rupiah. Pada saat yang sama, upaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola keuangan negara sambil mendanai proyek-proyek berprioritas tinggi yang mahal memicu pertanyaan tentang pertumbuhan ekonomi.

“Kemampuan negara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengelola risiko eksternal akan menjadi penting dalam menarik minat investor baru,” kata Shier Lee Lim , kepala strategi makro dan valas di Convera Singapura.

Sementara perang tarif, kekhawatiran fiskal, dan mata uang yang lemah memengaruhi sentimen

Dana asing telah menarik sekitar 3 miliar dolar AS dari pasar saham Indonesia pada tahun 2025, sementara rupiah, yang mencapai rekor terendah awal bulan ini, turun lebih dari 4 persen tahun ini — menjadikannya satu-satunya yang merugi di antara mata uang utama Asia .

Kemerosotan mata uang membuat Bank Indonesia menahan laju rupiah selama tiga bulan berturut-turut minggu lalu karena bank sentral tidak mengubah suku bunga, menggarisbawahi tindakan penyeimbangan yang rumit bagi dewan direksi karena gejolak tarif melemahkan rupiah dan meredupkan prospek pertumbuhannya.

“Sentimen eksternal yang ditambah dengan risiko domestik, yakni faktor rupiah, menjadi pukulan ganda bagi investor,” kata Adra Wijasena , analis pendapatan tetap di PT Shinhan Sekuritas Indonesia.

Di tempat lain di kawasan ini, Malaysia mencatat investasi luar negeri sebesar 690 juta dolar AS dalam obligasi pemerintah konvensional pada kuartal pertama, menurut data bank sentral. Sementara itu, investor asing telah menggelontorkan lebih dari 2 miliar dolar AS dalam obligasi baht tahun ini menyusul aksi beli besar-besaran baru-baru ini, sebagian karena taruhan dovish terhadap Bank of Thailand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.