Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Mendongeng Bangkit Lagi, Cara Sederhana Perkuat Hubungan Emosional

📅 Senin, 28 Apr 2025, 10:04 WIB | Oleh:

Sesi ini ditutup dengan bernyanyi bersama, dengan iringan lagu sesuai tema, yaitu "Disentuh Boleh, Disentuh Tidak Boleh". Isi lagu ini mengajarkan pada anak-anak untuk tidak mengizinkan orang lain menyentuh tubuhnya dengan sembarangan. Lagu ini merupakan upaya pembelajaran pada anak untuk melindungi dan menyayangi tubuhnya sejak dini.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Yarhima, Suyitno, mengemukakan bahwa kegiatan mendongeng dan penguatan literasi ini sangat membantu anak-anak yang menjadi asuhannya untuk mengikuti aktivitas mingguan dengan lebih positif.

Meskipun merupakan panti asuhan, tidak semua anak-anak asuh itu berada dalam satu asrama. Anak-anak yatim itu ada yang tetap berkumpul dengan keluarganya, dan setiap ada kegiatan yayasan, mereka dikumpulkan untuk diberi motivasi dengan kegiatan yang bermakna edukasi.

Setiap pekan, anak-anak yatim itu dikumpulkan di satu tempat yang lokasinya luas dengan mengikuti kegiatan edukasi, seperti belajar bercocok tanam, beternak, membaca buku dan lainnya.

Dengan kegiatan edukasi, termasuk mengikuti acara mendongeng, setidaknya mereka telah mengurangi waktunya untuk bermain gawai. Meskipun mereka tidak memiliki gawai sendiri, kalau di hari libur tidak ada kegiatan di panti asuhan, biasanya waktunya dihabiskan dengan bermain gawai menggunakan milik keluarga terdekatnya.

Sementara itu, Komunitas Gendongan yang diinisiasi dan dibina oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pemerintah Kabupaten Bondowoso ini berusaha untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng di kalangan masyarakat. Mendongeng adalah sarana untuk merekatkan hubungan secara emosi antara anak dengan orang tua.

Hadirnya perangkat telepon seluler pintar yang menawarkan berbagai fitur dan fasilitas serba canggih telah melenakan para orang tua, sehingga tidak jarang "menyerahkan" pengasuhan anaknya kepada sarana komunikasi canggih itu. Akibatnya, ikatan kejiwaan anak dengan orang menjadi kurang, sehingga hal itu menyebabkan perkembangan kejiwaan anak menjadi kurang maksimal.

Untuk itu, anggota komunitas ini berkeliling ke sejumlah lembaga pendidikan usia dini, termasuk ke panti asuhan, untuk membawakan cerita dongeng kepada anak-anak. Selain itu, komunitas ini juga memberikan pelatihan mendongeng untuk kaum perempuan di desa-desa, khususnya istri kepala desa dan guru PAUD atau TK.

Anggota komunitas ini mengajarkan cara mendongeng kepada kaum ibu, yang kemudian, pengetahuan itu dipraktikkan ketika para guru ke kembali ke lembaga pendidikan atau istri kepala desa menularkan ilmunya kepada masyarakat lain.

Dari sisi ruang dan waktu, apa yang dilakukan oleh komunitas dengan beranggotakan aktivis yang peduli pada penyiapan mental bagus bagi generasi mendatang ini, tentu hanya terbatas untuk masyarakat Bondowoso.

Meskipun demikian, semangat anggota komunitas ini melintasi ruang dan waktu, tidak hanya di kabupaten yang dikenal sebagai penghasil tapai dan kopi terkenal itu. Mereka juga memberi pesan bagi masyarakat lain di negeri ini untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng kepada anak-anak.

Mereka seolah berpesan, kepada para orang tua, termasuk kaum bapak, untuk meluangkan waktu mendongeng kepada anak-anaknya. Nilai-nilai moral dari ibu kepada anak akan tersampaikan lebih efektif dan mengena dengan metode bercerita, terutama apabila hal itu disampaikan sebagai pengantar tidur bagi anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.