Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Mendongeng Bangkit Lagi, Cara Sederhana Perkuat Hubungan Emosional

📅 Senin, 28 Apr 2025, 10:04 WIB | Oleh:
Tradisi Mendongeng Bangkit Lagi, Cara Sederhana Perkuat Hubungan Emosional Doc: Antara Foto
Ket. Evy Yulistiowati, salah satu pendongeng dari Komunitas Gerakan Mendongeng untuk Anak (Gendongan) Kabupaten Bondowoso, ketika mengisi kegiatan untuk anak-anak panti asuhan di Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso, Jawa Timur

Dua ekor monyet sedang berdialog dengan topik mengenai pisang, makanan kesukaan satwa tersebut.

"Monyet, minta tolong, bolehkah aku diambilkan pisang itu?" kata monyet satu ke monyet lainnya.

"Terima kasih ya. Maaf, aku telah merepotkan kamu," katanya melanjutkan, setelah mendapat pisang yang dimintanya.

Adegan dialog dua monyet itu diperankan oleh Evy Yulistiowati, salah satu pendongeng dari Komunitas Gerakan Mendongeng untuk Anak (Gendongan) Kabupaten Bondowoso, ketika mengisi kegiatan untuk anak-anak panti asuhan di Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (27/4) pagi.

Kak Evy, begitu ia biasa dipanggil dalam komunitas tersebut, sedang menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga sikap yang harus dipraktikkan anak dalam keseharian.

Ketiga sikap yang hendaknya dimiliki dan dipraktikkan oleh seorang anak itu adalah kebiasaan untuk "meminta tolong", "meminta maaf", dan mengucapkan "terima kasih".

Kak Evy bersama sejumlah pendongeng lainnya, yakni Kak Holidi, Kak Yogi, Kak Ita, dan Kak Dian, bergantian membawakan cerita dongeng yang berisi pesan mengenai perilaku keseharian yang hendaknya dilakukan oleh anak-anak. Berbagai permainan, seperti bernyanyi dan gerak bersama, kuis berhadiah buku, menciptakan suasana yang ceria dan penuh gelak tawa juga dihadirkan dalam kegiatan Minggu pagi itu.

Kegiatan itu berlangsung dengan santai dengan penuh keakraban, apalagi dilaksanakan di areal terbuka yang di sekelilingnya banyak pohon rindang. Mereka duduk di tengah hutan jati dan hanya beralaskan terpal berwarna biru.

Selain mengingatkan mengenai pentingnya tiga sikap ketika berhubungan dengan orang lain, Kak Evy juga mengajak belasan anak-anak di Panti Asuhan Yarhima itu untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri.

Pengenalan kelebihan dan kekurangan diri itu dimulai dari aspek fisik, misalnya dengan mengajak satu per satu anak untuk menyadari anggota tubuh di bagian muka, termasuk tinggi badan. Misalnya ada anak yang kurang menyadari bahwa bentuk hidungnya mancung, atau warna kulitnya yang gelap sebagai sebagai kekurangan.

Jika selama ini anak-anak menganggap bahwa kulit berwarna gelap sebagai kekurangan, bisa disadarkan bahwa sebetulnya, fakta itu justru merupakan kelebihan. Kak Evy mengemukakan hasil penelitian kesehatan bahwa orang dengan kulit gelap itu lebih tahap terhadap kemungkinan paparan kanker kulit.

Selain itu, ada beberapa anak yang tidak menyadari bahwa bentuk mata atau alis dan bulu matanya merupakan kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Beberapa anak tampak malu untuk mengungkapkan kelebihan dirinya secara fisik tersebut.

"Tidak apa-apa kalau saat ini tidak menemukan bukti kelebihan dirinya secara fisik, tapi nanti bisa dipraktikkan di luar kegiatan ini untuk lebih mengenali kelebihan dirinya dari segi sikap dan pemikiran atau sifat-sifat," kata Kak Evy, yang harus berbagi waktu untuk menyampaikan materi cerita dengan pendongeng lainnya.

Sementara itu, Kak Holidi, menyampaikan cerita sejarah mengenai salah satu sahabat Nabi Muhammad, yakni Khalid bin Walid yang dikenal sebagai panglima perang terkemuka. Sambil mendongeng Kak Holidi juga menunjukkan cerita bergambar mengenai perjuangan sabahat Rasulullah tersebut. Anak-anak sangat antusias mengikuti jalannya cerita.

Giliran Kak Ita yang membahas tema buku yang dibagikan gratis melalui Yayasan Pekarangan institute, yaitu mengenal masa akil balig bagi remaja putra dan putri. Tujuan dari pembahasan ini agar anak-anak belajar mengenal dan melindungi anggota tubuhnya, termasuk menutup aurat dan pergaulan dengan lawan jenis. Ini memberikan wawasan bagi anak-anak praremaja yang mulai mengalami perubahan fisik dan jiwa dari masa kanak-kanak menuju remaja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.