Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubenur Jawa Barat Melakukan Audit Investigatif Yayasan Bodong Penerima Hibah

📅 Senin, 28 Apr 2025, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubenur Jawa Barat Melakukan Audit Investigatif Yayasan Bodong Penerima Hibah Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan keterangan di Bandung.  

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengatakan pihaknya akan melakukan audit investigatif hingga membuat pelaporan terkait yayasan diduga bodong yang menerima hibah pendidikan dari Pemprov Jabar.

"Kami akan melakukan audit investigatif, setelah audit investigatif akan kita serahkan pada penyidik," ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (28/4).

Langkah ini, kata Dedi Mulyadi, dilakukan untuk memastikan distribusi dana hibah pesantren pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar 2026 tepat sasaran.

Sebelumnya, ia memangkas dana hibah pesantren pada APBD 2025 dengan alasan perbaikan sistem tata kelola bantuan hibah yang selama ini dinilai tidak merata. Selain itu ia menyinggung soal temuan adanya yayasan bodong yang selama ini menerima bantuan dengan nilai fantastis.

Dedi Mulyadi juga secara terbuka menjelaskan alasan dibalik penghentian sementara penyaluran dana hibah dari Pemprov Jabar ke sejumlah yayasan, termasuk pendidikan berbasis keagamaan. Padahal dana hibah tersebut selama ini digunakan untuk membantu operasional madrasah dan pesantren di berbagai daerah.

Ia menyebut selama ini dana hibah hanya mengalir ke yayasan-yayasan tertentu yang memiliki kedekatan politik atau akses langsung ke pemimpin daerah. Lebih parah lagi, menurut dia, ada yang bahkan nekat membentuk yayasan fiktif demi mengeruk dana hibah.

"Saya tidak mau dana hibah hanya dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Ini tidak bisa dibiarkan, sehingga saya hentikan dulu. Ke depan, bantuan akan berbasis program pembangunan, bukan aspirasi atau kedekatan politik," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Minggu (27/4).

Adanya tindakan yang menyebabkan dana hibah pada yayasan pendidikan tidak merata dan salah sasaran, membuat dirinya menghentikan sementara salah satu pos dana hibah dari Jabar tersebut, sampai rampungnya verifikasi institusi pendidikan oleh Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jabar.

"Rencana ini pun sudah didukung oleh DPRD Jabar," ucap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

???????

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.