Optimalisasi Pendapatan Parkir, Solusi untuk Pembiayaan Angkutan Umum dan Pengendalian Kemacetan Jakarta
📅 Sabtu, 26 Apr 2025, 19:10 WIB | Oleh: Henri pelupessy“Tarif parkir yang lebih tinggi di pusat kota, diikuti dengan penyediaan angkutan umum yang terjangkau, dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Djoko.
Selain itu, Djoko menekankan pentingnya pengelolaan juru parkir secara profesional. Mereka seharusnya menerima gaji tetap sesuai Upah Minimum Regional (UMR), mendapatkan asuransi BPJS, dan diawasi secara rutin. "Dengan sistem ini, praktek pungutan liar yang selama ini marak akan hilang,” tambah Djoko.
Langkah ke Depan
Djoko optimistis bahwa dengan pengelolaan parkir yang tepat, Jakarta dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas transportasi publik. “Pendapatan dari retribusi parkir yang dikelola dengan baik bisa menjadi sumber pembiayaan angkutan umum. Semua pendapatan tersebut harus masuk ke kas daerah dan sebagian dialokasikan untuk transportasi publik yang lebih baik,” kata Djoko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mengoptimalkan pengelolaan parkir, Djoko yakin bahwa daerah lain akan meniru kebijakan ini. “Jakarta bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola parkir untuk mendukung transportasi umum dan menata manajemen lalu lintas dengan lebih baik,” tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!