Hadir di Rakernas II Al Jam’iyatul Washliyah, Ahmad Muzani Ajak Umat Perkuat Akhlak Menuju Indonesia Emas
📅 Sabtu, 26 Apr 2025, 14:48 WIB | Oleh: SriyonoSementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Masyhuril Khamis menyampaikan bahwa Rapimnas dan Rakernas kali ini menyoroti pentingnya memperkuat dakwah, terutama di daerah terpencil.
Dakwah Al-Washliyah telah menjangkau wilayah-wilayah pelosok seperti Tanah Karo, Tanah Batak, Nias, hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT, organisasi yang dipimpinnya ini tengah membangun masjid di atas gunung, setelah menemukan komunitas Muslim yang belum memiliki tempat ibadah.
“Luar biasanya, tanah untuk masjid ini diwakafkan oleh tokoh adat non-Muslim. Ini bukti nyata semangat toleransi,” ujarnya.
Menutup sambutan, Ketua Panitia menekankan pentingnya dakwah yang mengedepankan kasih sayang. “Dakwah kita ke depan harus menjadi dakwah marhamah dakwah yang penuh kasih dan damai,” pungkasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukung Penuh Palestina
Terakhir, Al Jam'iyatul Washliyah juga turut memberikan pernyataan sikap terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang siap menampung sementara 1.000 warga Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PB Al Jam'iyatul Washliyah, Arman Arifin. Pertama, bahwa Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah mendukung rencana Presiden RI Prabowo Subianto membawa seribu warga Gaza Palestina ke Indonesia, khususnya anak-anak usia sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Al Jam'iyatul Washliyah, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati pemerintah Republik Indonesia yang mewakili rakyat Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
Kedua, gagasan tersebut, menurut Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah, sangat positif selama tidak mengurangi semangat perjuangan rakyat Palestina dan bersifat sementara, bukan tinggal permanen di Indonesia.
Ketiga, Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah mendorong pemerintah Indonesia untuk aktif menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa internasional, termasuk menjaga keutuhan dan eksistensi negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Keempat, sebagai bentuk dukungan terhadap gagasan Presiden tersebut, Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah telah memerintahkan dan menyiapkan sekolah madrasah, panti asuhan, dan perguruan tinggi di lingkungan Al Jam'iyatul Washliyah untuk menampung serta mendidik anak-anak Palestina yang menjadi korban kekejaman Israel.
Selain dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr. Zuhair Al-Shun, para pimpinan Al-Washliyah dari seluruh provinsi di Indonesia, serta perwakilan dari berbagai lembaga keislaman dan pemerintahan.
Melalui forum nasional ini, Al Jam’iyatul Washliyah meneguhkan diri sebagai pilar umat yang siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!