Wagub Sulsel Serukan Gerakan Bebas Buta Aksara Hijaiyah
📅 Jumat, 25 Apr 2025, 10:18 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Fatmawati Rusdi menggelorakan gerakan pemberantasan buta aksara huruf Hijaiyah pada Al Quran di kalangan majelis taklim.
Fatmawati dalam keterangan yang diterima di Makassar, Jumat, berharap melalui peran aktif majelis taklim serta sinergi lintas lembaga, angka tersebut dapat ditekan secara signifikan.
Ia menjelaskan pengembangan literasi Al Quran melalui program pemberantasan buta huruf Hijaiyah sudah pernah ia gaungkan pada masa lalu ketika menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan kini terus dikembangkan melalui LPTQ Sulsel.
Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2023, lebih dari 21 persen anak usia sekolah di Sulawesi Selatan belum lancar membaca huruf Hijaiyah, terutama di wilayah pelosok.
Ia mengatakan, tak hanya sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga dijadikan ajang konsolidasi dan penguatan gerakan ibu-ibu penggerak pendidikan Al-Quran di tingkat akar rumput.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Insya Allah kegiatan ini akan terus kita rutinkan seperti yang dulu kami lakukan setiap Minggu pagi di Rujab (rumah jabatan, red) Wakil Wali Kota. Terima kasih kepada semua yang telah meringankan langkah untuk hadir. Mohon maaf baru bisa kembali aktif, tapi kita akan mulai istiqamah bersama,” ujarnya
Dalam kesempatan itu dirinya kembali mengajak seluruh masyarakat, terutama ibu-ibu penggerak majelis taklim, untuk memanfaatkan ruang tersebut sebagai wadah belajar dan berbagi.
“Belajar itu tidak ada putusnya. Taklim ini menjadi tempat kita bertumbuh dalam iman dan ilmu. Sebagai pengurus LPTQ, kita punya tanggung jawab mencetak bibit-bibit hafiz dan hafizah. Ini salah satu wadahnya,” ujar Fatmawati Rusdi.
Puluhan ibu dari berbagai kecamatan di Kota Makassar turut hadir, termasuk pengurus LPTQ Makassar. Suasana keakraban dan semangat untuk terus belajar agama mewarnai majelis tersebut.
Penceramah utama, Ustadz Aman Hamzah, menyampaikan tausiyah bertema pentingnya menjaga semangat belajar agama sepanjang hayat, terutama dalam lingkungan keluarga dan komunitas majelis taklim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!