Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cakupan Vaksinasi Jamaah Calon Haji di Mataram Capai 90 Persen

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 17:10 WIB | Oleh:
Cakupan Vaksinasi Jamaah Calon Haji di Mataram Capai 90 Persen Doc: ANTARA/HO-Dinkes Mataram
Ket. Kegiatan vaksinasi jamaah calon haji asal Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di tingkat puskesmas.

MATARAM - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, cakupan kegiatan vaksinasi jamaah calon haji di Kota Mataram musim haji 1446 Hijriah/2025, mencapai 90 persen dari total 733 calon haji reguler.

"Sementara 10 persen jamaah yang belum mendapatkan vaksin meningitis, polio dan influenza, kami belum cek kendala mereka, sebab kami sifatnya menunggu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Jumat (25/4).

Cakupan vaksinasi jamaah calon haji itu, merupakan data terakhir saat penutupan kegiatan vaksinasi pada Kamis (24/4-2025).

Emirald membantah, sekitar 10 persen jamaah calon haji yang belum divaksin tersebut bukan karena kurangnya sosialisasi, sebab untuk sosialisasi jauh-jauh hari sudah dilakukan secara masif baik melalui puskesmas maupun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram.

Bahkan petugas dan vaksinator di 11 puskesmas tetap siaga melayani jamaah di luar jam kerja, mengingat jadwal vaksinasi yang direncanakan mulai pukul 08.00-13.00 Wita, bersamaan dengan kegiatan manasik haji yang dilaksanakan Kemenag Kota Mataram.

"Untuk itulah, petugas kami tetap siaga bahkan hingga sore di puskesmas untuk melayani jamaah. Bahkan jika ada yang ingin dilayani di lokasi manasik, petugas kami juga siap," katanya.

Terhadap jamaah yang belum mendapatkan vaksin tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan Kemenag agar jamaah bisa datang sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk mendapatkan vaksin wajib tersebut.

Pasalnya, jika tidak mendapatkan vaksin wajib yakni vaksin meningitis dan polio, jamaah tidak diizinkan masuk ke tanah suci.

Sedangkan vaksin influenza merupakan jenis vaksin alternatif yang diberikan ke jamaah untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya infeksi influenza, serta penyakit pernapasan berat seperti pneumonia selama ibadah haji.

Hal itu penting karena jamaah haji berkumpul dalam jumlah besar di tempat yang sama, meningkatkan risiko penularan penyakit

"Secara medis, rekomendasi vaksinasi minimal 14 hari sebelum berangkat agar vaksin sudah membentuk antibodi. Tapi kalau untuk persyaratan administrasi, vaksinasi masih bisa dilakukan sampai sebelum keberangkatan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.