Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Jateng Optimalkan Potensi Kawasan Hutan

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 23:33 WIB | Oleh:
Pemprov Jateng Optimalkan Potensi Kawasan Hutan Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbincang dengan Kepala Perum Perhutani Regional Jateng Asep Dedi Mulyadi, di Semarang, Kamis (24/4/2025).

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Perhutani, dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bakal melakukan optimalisasi pengelolaan potensi kawasan hutan di wilayah tersebut.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis (24/4), mengatakan bahwa potensi kehutanan di wilayah tersebut cukup besar.

"Potensi Jateng itu ada beberapa komoditas, terutama kayu sama getah (pinus), itu yang nanti akan dimaksimalkan,” katanya, usai menerima Kepala Perum Perhutani Regional Jateng.

Saat bertemu dengan Menteri LHK beberapa waktu lalu, Luthfi juga sempat melakukan pembahasan mengenai pengembangan potensi kawasan hutan di wilayah Jateng.

Menurut dia, optimalisasi itu, mulai dari pembibitan, penanaman kembali, regenerasi pohon berkomoditas tinggi, dan sebagainya.

"Nanti akan ada kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan untuk bersama-sama mengembangkan kawasan hutan," katanya.

Pemprov Jateng juga akan melakukan pengembangan bibit pohon aren yang rencananya akan ditanam di sepanjang bantaran sungai, dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Regional Jateng Asep Dedi Mulyadi menilai bahwa potensi kawasan hutan di Jateng luar biasa, mulai dari kayu hingga keindahan alamnya yang bisa dikembangkan jadi objek pariwisata.

"Produk utama kita masih kayu, kemudian penopang kedua adalah hasil non-kayu termasuk tadi yang disampaikan oleh Pak Gubernur terkait dengan pinus. Kita penghasil getah pinus terbesar di Perum Perhutani," katanya.

Saat ini, Perum Perhutani Regional Jateng mengelola sekitar 400 ribu hektare perhutanan sosial dari sebelumnya sekitar 600 ribu ha karena ada pengambilalihan sekitar 200 ribuan ha sebagai upaya penataan kawasan hutan.

"Itu ada izin khusus dari kementerian yang bisa dikelola dan membuka akses untuk kelompok masyarakat sekitar," katanya.

Maka dari itu, kata dia, kerja sama antara Pemprov Jateng dengan Perum Perhutani sangat penting ke depannya karena pengelolaan hutan harus dilakukan bersama, mengingat potensinya yang sangat besar.

"Tentunya ada hal lain yang berpeluang dikerjasamakan. Selain bibit tanaman dan pohon juga ada pengembangan wisata alam. Tentunya itu ada syarat dan ketentuan berlaku," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.