Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perjalanan Panjang Sebelum Padi Menjadi Beras untuk Ditanak Menjadi Nasi

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 19:57 WIB | Oleh:
Perjalanan Panjang Sebelum Padi Menjadi Beras untuk Ditanak Menjadi Nasi Doc: ist
Ket. nasi

SLEMAN – Anak-anak sekarang tahunya ya beras dimasak jadi nasi. Itu saja. Namun, tahukah bahwa masalahnya tidak sesederhana itu? Berikut urutan perjalanan padi sebelum menjadi beras atau nasi.

Pertama-tama padi direndam dalam air sehari semalam, lalu diperam 24 jam, agar tumbuh akar, kemduian disemai di tempat khusus.

20250423192513_rendam.jpg

Kedua, setelah direndam, lalu tumbuh, akar, padi lalu disemai.

20250423192634_menyemai.jpg

Ketiga, setelah beberapa waktu, hasil semai jadi benih dan siap dipindahkan ke lahan sawah.

20250423193024_benih2.jpg

Keempat, benih ditanam ke sawah

20250423193217_menanam.jpg

Kelima, beberapa bulan kemudian padi menguning tanda sudah tua dan siap dipanen.

20250423193407_menguning.jpg

Keenam, padi lalu dipanen

20250423193609_panen.jpg

Ketujuh, padi yang sudah dipanen lalu dirontokkan. Sekarang menggunakan mesin, untuk satu karung ongkosnya 7.000 rupiah. Dulu harus diinjak-injak (diiles) kaum wanita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.