Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Pekalongan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Calon Haji secara Berjenjang

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 17:10 WIB | Oleh:
Pemkot Pekalongan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Calon Haji secara Berjenjang Doc: antara foto
Ket. Pengecekan kesehatan calon jemaah haji Pekalongan.

PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan (Pemkot), Jawa Tengah (Jateng), melakukan pemeriksaan kesehatan berjenjang kepada para calon haji dan petugas pendamping haji untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengatakan pemeriksaan itu menjadi bagian dari proses skrining guna memastikan seluruh calon haji dalam kondisi istitha’ah atau mampu secara fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

"Kegiatan ini, kami bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memeriksa 345 calon haji ke Tanah Suci. Pemeriksaan kesehatan kepada calon haji akan kami lakukan dalam dua tahap,” katanya di Pekalongan, Rabu (23/4).

Ia yang didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit Dita Rasnasuri, mengatakan pemeriksaan kesehatan pada tahap pertama dimulai setelah calon haji menerima kursi keberangkatan dari Kementerian Agama setempat.

Pada tahap ini, kata dia, pihaknya mengoordinasikan 14 puskesmas untuk melaksanakan rangkaian pemeriksaan awal pada calon haji seperti skrining riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, laboratorium kimia darah, EKG, rontgen paru, pemeriksaan kemampuan fungsional atau kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, hingga asesmen kesehatan jiwa.

"Pemeriksaan ini bersifat menyeluruh karena calon haji terdiri atas beragam usia, tidak hanya usia produktif tetapi juga calon haji lanjut usia di atas 70 tahun. Beberapa di antaranya juga memiliki kondisi medis khusus seperti amnesia ringan atau penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan riwayat stroke," katanya.

Menurut dia, jika dalam pemeriksaan tahap pertama ditemukan kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal, tuberkulosis, kusta, dan kencing manis maka calon haji akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan spesialis.

Setelah menjalani pengobatan, kata dia, mereka akan dievaluasi kembali oleh puskesmas. Jika dinyatakan sudah stabil dan memenuhi kriteria istitha’ah maka calon jamaah akan melanjutkan ke pemeriksaan tahap kedua.

Ia mengatakan pada pemeriksaan tahap kedua, calon haji akan mendapatkan vaksinasi wajib yaitu vaksin meningitis dan polio dua pekan sebelum keberangkatan haji.

"Vaksinasi ini merupakan syarat wajib bagi jamaah haji karena mereka akan bergabung dengan jutaan orang dari berbagai negara. Vaksin meningitis diberikan untuk mencegah infeksi radang selaput otak sedang vaksin polio untuk mencegah penyakit saraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.