Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Bantul: Embung Imogiri Dukung Konservasi Air dan Pengendalian Banjir

📅 Senin, 21 Apr 2025, 12:33 WIB | Oleh:
Bupati Bantul: Embung Imogiri Dukung Konservasi Air dan Pengendalian Banjir Doc: Antara Foto
Ket. Jadi, embung Imogiri dua di Kelurahan Wukirsari ini salah satu sarana preservasi air, agar air tanah itu kembali terisi sekaligus untuk pengendalian banjir," kata Bupati Halim di Bantul,

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa embung yang dibangun di wilayah Kelurahan Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan sarana preservasi air sekaligus pengendalian banjir jika terjadi curah hujan tinggi.

"Jadi, embung Imogiri dua di Kelurahan Wukirsari ini salah satu sarana preservasi air, agar air tanah itu kembali terisi sekaligus untuk pengendalian banjir," kata Bupati Halim di Bantul, Senin.

Menurut dia, embung Imogiri yang dibangun pemerintah pusat tersebut juga untuk menampung debit air berlebih yang mengalir di aliran Sungai Celeng, yang selalu mengalami luapan dan menggenangi permukiman ketika musim hujan.

"Sungai Celeng ini adalah kali yang setiap tahun mengalami luapan, maka di Kelurahan Wukirsari itu kita bangun dua embung, tidak main main dua embung sekaligus, embung Imogiri 2 di Nogosari Wukirsari, dan embung Imogiri 1 di Giriloyo Wukirsari," katanya.

Menurut dia, dua embung di Imogiri tersebut dilalui Sungai Celeng, namun upaya pembangunan embung tersebut belum mampu menghambat terjadinya banjir luapan sungai, bahkan pada akhir Maret 2025, terjadi banjir hingga menggenangi permukiman warga di Imogiri.

"Ternyata upaya ini pun masih belum cukup untuk menghambat terjadinya banjir, nyatanya kemarin masih banjir juga berarti ini ada faktor lain, faktor lain itu perubahan landscape (bentang alam) karena ada alih fungsi yang tidak terkendali terutama pertambangan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq langsung meninjau embung Wukirsari Bantul, guna memberikan solusi dan akan menerjunkan pengawas lingkungan.

"Pak Menteri segera mengirim pengawas lingkungan, agar landscape kita itu lebih terjaga, lebih mapan, karena kalau pohon pohon dibabat akan mengurangi daya serap air ke tanah, dan batu batuan yang sudah mapan ditambang itu menjadikan kiriman lumpur yang akhirnya mengakibatkan sedimentasi," katanya.

Bupati mengatakan, Pemkab Bantul mendapat ilmu mengenai faktor penyebab banjir itu, meski untuk penanganan jangka panjang terlebih dulu harus dilihat dalam lingkup yang lebih luas yaitu wilayah Provinsi DIY.

"Ketika Bantul tidak hujan tetap banjir, kalau Sleman hujan, Kota Yogyakarta hujan, akhirnya larinya ke Bantul. Nah, ada apa dengan perubahan landscape di sana, kok air tidak bisa diserap secara optimal, maka kita tunggu langkahnya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.