Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Tak Gagap saat Pulang ke Tanah Air, Pekerja Migran Harus Siiapkan Bekal Masa Depan

📅 Senin, 21 Apr 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Tak Gagap saat Pulang ke Tanah Air, Pekerja Migran Harus Siiapkan Bekal Masa Depan Doc: ANTARA FOTO/Fauzan
Ket. Sejumlah calon perawat mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hadetama, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Menyiapkan masa depan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu sangat penting karena menyangkut kesejahteraan jangka panjang mereka, keluarga, dan kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional. 

Tanpa perencanaan keuangan, banyak pahlawan devisa tersebut pulang kampung tanpa tabungan atau aset. Edukasi keuangan dan program investasi/ pelatihan bisa bantu mereka membangun masa depan yang lebih stabil.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi menyatakan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus menyiapkan masa depan yang lebih baik.

“Bapak-Ibu, mas-mbak harus menyiapkan masa depan seperti apa ke depan. Apakah nanti melalui inklusi keuangan, nanti di sini ada beberapa perusahaan yang bisa membantu, apakah bisa kemudian misalnya punya tabungan untuk masa depan, kemudian mungkin mengajukan pinjaman untuk memulai UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), memulai bisnis, dan lain-lain,” ucapnya dalam acara Edukasi Keuangan bagi PMI di Jakarta, Senin (21/4).

Mengacu cerita klasik di kalangan PMI, biasanya gaji mereka dikirim semua ke Indonesia, tetapi mereka tidak memegang uang sama sekali karena tak memiliki tabungan. Karena itu, persiapan untuk masa depan lebih baik bagi PMI beserta keluarganya perlu memperhatikan bagaimana cara mengelola keuangan, memulai bisnis UMKM, dan sebagainya.

Dia menerangkan bahwa banyak dari PMI yang memperoleh penghasilan dari tempat kerja mereka, tetapi dihabiskan untuk hal-hal konsumtif atau membeli aset tertentu tanpa mempertimbangkan kebutuhan lainnya.

“Misalnya untuk beli rumah, alhamdulillah rumah itu bagus, tetapi jangan semuanya masuk ke situ, karena tidak bisa misalnya nanti kalau ingin memulai kegiatan usaha dan lain-lain, itu mungkin agak sulit untuk kalau kita tidak punya cash dan lain-lain,” kata Frederica.

Berdasarkan berbagai permasalahan itu, OJK dan Bank Indonesia (BI) memberikan pembekalan terhadap para calon PMI terkait edukasi keuangan.

"InsyaAllah ini akan menjadi satu dari program yang terus menerus akan kita lakukan sebagai sinergi dan kolaborasi," ujarnya yang akrab dipanggil Kiki.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menekankan para PMI agar waspada terhadap scam (penipuan) selama bekerja di luar negeri.

Secara karakter, masyarakat Indonesia dinilai memiliki kepribadian yang baik, ramah, dan suka menolong. Namun, Frederica menegaskan bahwa ada oknum yang akan memanfaatkan kesempatan untuk memperdaya PMI agar mereka bisa memberikan uang atau mengajukan pinjaman ilegal dengan iming-iming tertentu.

Sayangnya, sebagian PMI ada yang tak bisa pula karena tersangkut paut urusan hutang-piutang di negeri tempat mereka bekerja.

“Banyak sekali cerita-cerita sedih PMI kita nggak bisa pulang dan lain-lain karena tersangkut paut dengan hutang di sana. Kemudian, namanya digunakan untuk buka rekening yang kemudian ternyata itu kejahatan dan lain-lain,” ungkap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.