Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perbedaan Jamu Kunyit Asam dan Beras Kencur yang Harus Diketahui

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 02:25 WIB | Oleh:
Perbedaan Jamu Kunyit Asam dan Beras Kencur yang Harus Diketahui Doc: Istimewa

JAKARTA - Kamu mungkin pernah menikmati khasiat jamu tradisional, tapi apakah kamu tahu perbedaan jamu kunyit asam dan beras kencur secara mendalam? Kedua minuman herbal ini populer karena manfaat kesehatannya, namun ternyata memiliki komposisi, khasiat, dan target pengguna yang cukup berbeda. 

Dalam artikel yang dikutip dari situs pafikepmaluku.org ini, kita akan mengulas secara tuntas perbedaan keduanya berdasarkan data dari lembaga kesehatan dan riset perguruan tinggi di Indonesia.

1. Komposisi Utama yang Membentuk Karakteristik Unik

Jamu kunyit asam terdiri dari bahan utama seperti kunyit (Curcuma longa) dan asam jawa (Tamarindus indica). Kunyit dikenal mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Sedangkan beras kencur dibuat dari beras, kencur (Kaempferia galanga), dan sering kali ditambahkan jahe serta gula aren.

Penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa kencur mengandung senyawa etil sinamat dan borneol yang membantu meningkatkan stamina dan mengurangi pegal linu. Di sisi lain, kurkumin dalam kunyit telah diuji oleh LIPI sebagai agen antiradang yang efektif, terutama bagi perempuan dengan keluhan haid.

2. Khasiat Kesehatan, Antioksidan vs Stamina Booster

Perbedaan manfaat sangat terasa. Jamu kunyit asam lebih sering dikonsumsi oleh perempuan karena dapat membantu mengurangi nyeri menstruasi, mendetoksifikasi tubuh, dan menjaga kesehatan kulit. Hal ini didukung oleh riset Universitas Airlangga yang menemukan bahwa konsumsi kurkumin rutin dapat membantu memperbaiki metabolisme sel kulit dan mempercepat penyembuhan luka.

Sedangkan beras kencur cenderung dikonsumsi oleh semua kalangan, terutama pria atau orang dengan aktivitas fisik tinggi. Kandungan kencur dan jahe membantu meredakan masuk angin, menambah nafsu makan, serta menyegarkan tubuh. Studi dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyebutkan bahwa beras kencur juga berpotensi mempercepat pemulihan otot pasca olahraga.

3. Sensasi Rasa yang Berbeda

Jamu kunyit asam menawarkan rasa segar dengan dominasi asam dan sedikit pahit dari kunyit. Sangat cocok dikonsumsi dingin saat cuaca panas. Berbeda dengan beras kencur yang memiliki rasa manis dan hangat dengan aroma khas kencur yang menyengat namun menenangkan. Teksturnya lebih kental karena penggunaan beras yang dihaluskan.

4. Waktu dan Pola Konsumsi

Kamu disarankan meminum jamu kunyit asam pada pagi atau siang hari untuk membantu metabolisme harian. Untuk beras kencur, waktu terbaik adalah sore atau malam hari, terutama saat tubuh terasa lelah. Penggunaan secara bergantian juga bisa dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari keduanya.

5. Efek Samping dan Kontraindikasi

Meski alami, bukan berarti tanpa efek samping. Konsumsi kunyit berlebihan bisa menyebabkan gangguan lambung pada beberapa orang, terutama penderita maag akut. Sementara beras kencur, karena mengandung gula aren dan karbohidrat dari beras, harus dibatasi bagi penderita diabetes atau mereka yang menjalani diet rendah gula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.