Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendaraan Listrik Jadi Game Changer di Tengah Tantangan Industri Otomotif Nasional

📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendaraan Listrik Jadi Game Changer di Tengah Tantangan Industri Otomotif Nasional Doc: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Ket. Pemudik mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025). 

JAKARTA - Saat ini, ada tren global pergeseran penggunaan mobil dari berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Kendaraan listrik menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding mobil konvensional, mendukung target netralitas karbon atau net zero emission dalam beberapa dekade ke depan. 

Selain itu, adanya tren tersebut juga dipengaruhi kebijakan pemerintah memberikan insentif pajak, subsidi, dan bebas ganjil-genap untuk pengguna mobil listrik. Bahkan, beberapa negara sudah menetapkan larangan penjualan mobil bensin/diesel baru mulai 2030–2040.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu mengemukakan kendaraan listrik (Electronic Vehicle/EV) bisa menjadi penyelamat industri otomotif Indonesia, yang sekarang sedang menghadapi berbagai tantangan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat selama kuartal pertama 2025 angka penjualan mobil secara grosir turun menjadi 205.160 unit dari 231.027 unit pada kurun yang sama tahun lalu dan angka penjualan ritelnya menurun menjadi 210.483 unit dari 215.250 unit pada Januari-Maret 2024.

"Segmen EV dapat menjadi penyelamat industri otomotif Indonesia, dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan yang terjadi saat ini," kata Yannes pada Jumat (18/4).

Ia mengemukakan bahwa Indonesia punya dukungan bahan baku dan sumber daya manusia untuk memproduksi dan mengembangkan kendaraan elektrik.

"Pemerintah dan industri harus mempercepat ekosistem EV dan segera tingkatkan investasi R&D lokal di industri nikel untuk meningkatkan keamanan NMC (baterai nickel manganese cobalt)," katanya.

"Saat ini Indonesia memiliki hingga 26 persen cadangan nikel dunia," ia menambahkan.

Di samping meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan, Yannes mengatakan, pemerintah perlu menerapkan kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung upaya pengembangan kendaraan elektrik serta mengupayakan diversifikasi pasar ekspor kendaraan.

Yannes berharap perekonomian Indonesia bisa terus tumbuh, demikian pula dengan pasar otomotifnya.

"Semoga tidak ada eskalasi perang dagang ke depan. Kita semua berharap perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil dan kompetitif," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.