Trump Klaim Penerimaan Tarif Bisa Gantikan Pajak Penghasilan

Kamis, 17 Apr 2025, 01:00 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju dengan pernyataan bahwa pendapatan yang diperoleh dari kebijakan tarif dapat menggantikan pajak penghasilan.

"Ada kemungkinan bahwa uang yang dihasilkan dari tarif sangat besar sehingga itu bisa menggantikan [pajak penghasilan]," kata Trump pada Selasa (15/4).

Ket. Foto: Truk-truk antre untuk bongkar muatan di Pelabuhan Los Angeles, San Pedro, California, pekan lal. Tarif Trump untuk hampir semua negara kecuali Tiongkok kemungkinan akan tetap berlaku. — Sumber: AFP/Patrick T Fallon

Seperti dikutip dari Antara, Trump menjelaskan dari sekitar tahun 1870-1913 tarif adalah satu-satunya bentuk uang. "Dan saat itulah negara kami relatif paling kaya. Kami yang terkaya," ucapnya.

Menurutnya, kebijakan tarif yang diberlakukan selama masa pemerintahannya telah mendatangkan pemasukan signifikan ke kas negara. Ia menilai bahwa sistem tarif, jika diterapkan secara maksimal, dapat menjadi alternatif pembiayaan anggaran tanpa membebani masyarakat melalui pajak penghasilan.

Pada Februari Trump mengatakan bahwa AS bisa meninggalkan praktek pajak penghasilan berkat pengenalan tarif baru pada produk-produk impor.

Sebelumnya pada 2 April, Presiden AS itu mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pada produk impor dari negara lain.

Tarif dasar ditetapkan sebesar 10 persen, tetapi untuk masing-masing negara tarif tersebut disesuaikan dan jumlahnya separuh dari tarif yang dibebankan kepada perusahaan yang mengimpor produk AS.

Kemudian pada 9 April, Trump sepakat menunda pemberlakuan tarif selama 90 hari ke depan bagi semua negara kecuali, Tiongkok, dan menurunkan tarif menjadi 10 persen untuk kemungkinan negosiasi.

Turunkan Inflasi

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa tarif baru yang diberlakukan AS membawa pemasukan dalam jumlah rekor ke kas negara dan membantu menurunkan inflasi serta harga hampir semua produk.

“AS menerima pemasukan ekspor dari tarif, dengan harga hampir semua produk menurun, termasuk bensin, bahan makanan, dan hampir segala hal lainnya. Begitu juga dengan inflasi yang turun. Janji ditepati!” kata Trump di Truth Social.

Dalam sebuah pernyataan publik, Trump mengklaim bahwa dengan membebankan tarif terhadap produk-produk impor, terutama dari negara-negara dengan surplus perdagangan besar seperti Tiongkok, harga barang di pasar domestik menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan konsumen serta produsen lokal.

"Tarif adalah alat yang sangat efektif. Mereka membantu mengurangi ketergantungan pada produk asing dan mendorong produksi dalam negeri, yang pada akhirnya menurunkan harga dan inflasi," ujar Trump.

  • Kebijakan Tarif AS

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.