PAFI Ungkap Penyebab Nyeri Ulu Hati dan Cara Pengobatannya
📅 Kamis, 17 Apr 2025, 14:08 WIB | Oleh: Redaktur_iklanPAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari nyeri di bagian ulu hati. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Antasida
Antasida adalah obat yang paling umum digunakan untuk menetralkan asam lambung dan meredakan nyeri ulu hati. Obat ini bekerja dengan cepat untuk mengurangi gejala, tetapi efeknya biasanya tidak bertahan lama. Salah satunya adalah mylanta sirup yang mengandung aluminium hidroksida.
2. Proton Pump Inhibitor (PPI)
Sebaiknya Anda baca juga:
PPI bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung secara langsung. Mereka lebih efektif daripada antasida dan H2 blockers dalam mengatasi kondisi seperti GERD dan tukak lambung. Namun, PPI biasanya diresepkan oleh apoteker karena dapat memiliki efek samping jangka panjang. Beberapa contoh obat golong PPI seperti omeprazole, lansoprazole dan esomeprazole.
3. H2 Blockers
H2 blockers mengurangi produksi asam lambung dengan menghambat reseptor histamin di lambung. Obat ini kurang efektif dibandingkan PPI tetapi lebih aman dan tersedia dalam dosis rendah. Contoh obat H2 blockers adalah ranitidine.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi rasa nyeri pada ulu hati adalah istirahat yang cukup serta mengonsumsi minuman hangat. Mengonsumsi air jahe hangat, dapat membantu meredakan nyeri pada bagian ulu hati. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
(IKN)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!