Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Sinners': Drama Persaudaraan Berbungkus Teror Vampir dan Musik Blues dari Sutradara Black Phanter

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 23:03 WIB | Oleh:
'Sinners': Drama Persaudaraan Berbungkus Teror Vampir dan Musik Blues dari Sutradara Black Phanter Doc: Istimewa
Ket. Michael B. Jordan dalam sebuah adegan dari film Sinners

Saat trailer "Sinners" dirilis beberapa bulan lalu, kesan yang muncul dari film ini tidak begitu jelas, seperti film bergenre thriller yang sangat gelap, dengan ekpresi para cast yang begitu kuat berkarakter. 

Mungkin sebagian penonton baru paham dari resensi jika karya sutradara nominasi Oscar dua kali, Ryan Coogler ini adalah film horor. 

Ini merupakan kejutan mengingat Coogler selama ini populer dengan genre superhero Marvel, Black Panther (2018), dan film drama spin-off Rocky, Creed (2015). Ini menunjukkan kemampuannya bahwa dia adalah sutradara bertalenta multi genre, dengan sederet tropi sutradara terbaik seperti Saturn Award, Hollywood Award, AAFCA Award dan BFFC Award. 

Meskipun film yang juga ditulis dan diproduksi oleh Coogler ini belum terbukti di ajang kompetisi, setidaknya pemeringkat populer seperti IMDB dan Rotten Tomatoes masing-masing memberi skor 83 dari kritukus,  dan 99 persen dari penonton, menunjukkan  kans pembeli tiket pulang dengan wajah kecewa cukup sulit. 

Berlatar tahun 1932, Sinners mengisahkan saudara kembar Smoke dan Stack (keduanya diperankan oleh Jordan), yang kembali ke kampung halaman mereka di Mississippi untuk membuka kelab malan. Semuanya sukses, sampai kengerian mengejutkan terjadi di tengah malam.

Tampil dengan format rasio Ultra Panavision 70 (2.76:1) dan IMAX (1.43:1), Sinners bisa dikatakan menakjubkan dalam mengalirkan cerita. Sejak awal penonton disuguhkan visualisasi memukau kedua format gambar tersebut, kita serasa berada di dalam cerita,  kehidupan masyarakat AS di kawasan Mississippi yang kental dengan budaya musik blues plus perilaku rasis dari kaum kulit putih terhadap warga kulit hitam saat itu. 

Awalnya, seolah film ini hanya berkisah sepak terjang  Smoke dan Stack yang terkenal merupakan kaki tangan gembong mafia Al Capone, yang ingin membangun bisnis baru. Bertahap, penonton dikenalkan pada masa lalu asmara dan konflik keluarga mereka sambil cerita yang terus maju dengan kehadiran seorang vampir kulit putih yang melarikan diri dari kejaran sekelompok Indian. 

Dari situ sebetulnya penonton sudah menduga bagaimana arah cerita dan konflik dalam Sinners, namun entah mengapa film ini tetap tertarik untuk terus diikuti, adegan demi adegan sampai akhir. Dan itu cukup panjang, 2 jam 17 menit,, sebaiknya Anda ke toilet sebelum karcis anda disobek petugas.

Bagian akhir cerita tetap seru dan menegangkan. Bahkan Coogler menambahkan beberapa post credit scene ala-ala Marvel. Pastikan tetap di kursi sampai benar-benar adegan-adegan tambahan ini tuntas, dengan nama sang sutradara muncul dalam font warna putih. 

O ya, post credit scene Sinners bukan basa-basi, justru melengkapi kesempurnaan cerita dan mungkin siapa tahu, jika pendapatannya memuaskan Warner Bros., akan berlanjut ke sekuel dua. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.