Ini Pelajaran Berharga dari Kekalahan Telak Timnas U-17 Lawan Korut
📅 Rabu, 16 Apr 2025, 17:58 WIB | Oleh: AlfredDi edisi 2023 yang dihelat di Indonesia, sang tuan rumah gagal lolos ke fase berikutnya karena menghuni peringkat terakhir ranking peringkat ketiga terbaik. Saat itu, Indonesia yang diasuh Bima Sakti mengoleksi dua poin, hasil imbang 1-1 kontra Ekuador dan Panama.
Indonesia bersama tiga negara lainnya, Afrika Selatan, Ceko, dan Swiss, menjadi negara yang akan memainkan partisipasi keduanya di Piala Dunia U-17. Keempat negara ini mengoleksi jumlah tampil tepat di atas lima negara debutan seperti Republik Irlandia, Fiji, El Savador, Uganda, dan Zambia.
Amerika Serikat dan Brasil menjadi negara paling sering mengikuti turnamen ini yaitu sebanyak 19 kali. Artinya, kedua negara ini hanya absen sekali di Piala Dunia U-17 yang tahun ini menggelar edisi ke-20. Sementara itu, juara bertahan Jerman akan memainkan partisipasi ke-12-nya di Piala Dunia U-17 sejak debut pada 1985.
Adapun, format baru ini jelas menguntungkan Indonesia untuk mencuri kesempatan lolos. Satu kemenangan saja di babak penyisihan akan sangat penting membawa Garuda Muda berpeluang lolos melalui jalur peringkat tiga terbaik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang terpenting adalah memaksimalkan persiapan selama kurang lebih tujuh bulan mendatang. Dengan format yang membuka lebih banyak slot ke fase gugur, peluang Indonesia untuk mencetak sejarah baru terbuka lebih lebar.
Garuda Muda tak perlu terbebani target tinggi. Mereka cukup mengingat bahwa selama di Piala Asia U-17 2025, mereka pernah tampil sangat menjanjikan, dengan pertahanan lapis baja dan serangan cepat yang begitu efektif.
Anggap saja kekalahan 0-6 dari Korea Utara di babak perempat final Piala Asia U-17 sebagai pelajaran berharga, yang sama sekali tak perlu dibawa ke hati dan merusak mimpi. Ambil pengalaman di Piala Asia U-17 sebanyak-banyaknya sebagai bekal menatap Piala Dunia U-17 lebih kuat dan lebih matang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat Indonesia tak perlu menghakimi dan mencaci maki anak-anak muda itu setelah kekalahan kemarin. Inkonsistensi di level muda di bawah 20 tahun adalah hal wajar.
Bagaimanapun juga, mereka adalah anak-anak 16-17 tahun yang sudah membuat Indonesia bangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!