Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Pelajaran Berharga dari Kekalahan Telak Timnas U-17 Lawan Korut

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 17:58 WIB | Oleh:

Evaluasi itu segera ia berikan kepada PSSI, sebagai dasar untuk menyusun roadmap persiapan Garuda Muda menuju Piala Dunia U-17.

“Bagaimana kami lebih mempersiapkan pemain bukan hanya secara mental, tetapi secara skill individu mereka itu juga harus kami tingkatkan. Dan harapannya pemain bisa lebih siap dan pemain harus bisa lebih bekerja keras,” tutur Nova.

Dari segi pemain, Nova bisa melihat lagi apakah pemain-pemainnya di Piala Asia U-17 masih terjaga kualitasnya di November nanti atau tidak. Yang pasti, kekalahan dari Korea Utara telah membuka celah kelemahan yang harus segera dibenahi.

Mereka harus menggembleng dirinya masing-masing di klub dari segi skill, fisik, dan mental. Sementara federasi juga bisa menyiapkan pemusatan latihan serta laga uji coba internasional dengan tim kuat atau minimal selevel. Tujuannya adalah untuk mengekspos kelemahan tim Garuda Muda. Harapannya, kelemahan yang tampak pada laga uji coba segera diperbaiki sebelum kompetisi resmi dimulai.

Nova juga bisa menambah pemain baru ke dalam skuadnya untuk bisa benar-benar bersaing dan tak hanya sekedar meramaikan pergelaran Piala Dunia U-17. Pemain baru ini bisa ia dapatkan dari kompetisi Elite Pro Academy (EPA) atau membuka seleksi terbuka, yang dulu pernah ia lakukan saat mencari bakat-bakat muda terbaik untuk usia 16 tahun pada awal 2024.

Selain dari dua cara itu, mencari pemain diaspora dengan kualitas mumpuni juga bisa menjadi opsi. Dengan kualitas tim di Piala Dunia U-17 yang semakin beragam dan tentunya lebih tangguh, penting bagi Nova untuk memiliki kualitas dan kedalaman skuad yang bagus.

Format baru, ada peluang untuk Indonesia

Mulanya, format Piala Dunia U-17 2025 yang nantinya diselenggarakan lima tahun beruntun di Qatar dimainkan dengan format mini-turnamen yang diisi 48 peserta.

Sebanyak 48 peserta itu dibagi ke empat mini-turnamen, masing-masing 12 tim, dengan setiap mini-turnamen dibagi ke dalam tiga grup yang berisi empat peserta.

Singkatnya, setiap pemenang turnamen mini dan finalis terbaik lolos ke babak final. Babak ini menentukan pemenang sejati turnamen. Format ini akan menyajikan 78 pertandingan di Piala Dunia U-17 2025.

Namun, FIFA melakukan perubahan format pada Maret 2025. Mereka mengubah format ini agar menyerupai format Piala Dunia tingkat senior tahun 2026. Bukan memakai mini-turnamen, nantinya 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing diisi empat tim.

Babak gugur tak dimulai pada babak 16 besar seperti edisi-edisi sebelumnya saat masih memakai 24 tim. Babak gugur Piala Dunia U-17 2025 akan dimulai pada babak 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final. Total pertandingan yang akan digelar sebanyak 104 pertandingan.

Setiap juara dan runner-up grup akan lolos ke babak gugur. Sisanya, delapan peringkat terbaik babak grup berhak mendapatkan tiket ke babak hidup dan mati. Jumlah peringkat tiga terbaik yang lolos ini lebih banyak dua kali lipat dari edisi sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.