Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahaya, Investor Global Mulai Ragu pada Save Haven Obligasi Pemerintah AS

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 23:30 WIB | Oleh:
Bahaya, Investor Global Mulai Ragu pada Save Haven Obligasi Pemerintah AS Doc: Pexels

NEW YORK – Kebijakan tarif agresif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menimbulkan gejolak di pasar keuangan global, terutama di pasar obligasi pemerintah AS. Investor yang selama ini memandang obligasi AS sebagai aset paling aman kini menunjukkan tanda-tanda keraguan, menyebabkan penurunan harga dan lonjakan imbal hasil (yield) secara signifikan.

Menurut laporan The New York Times, Minggu (13/4/2025), lonjakan yield mencerminkan kekhawatiran mendalam atas arah kebijakan fiskal dan ekonomi AS. Para analis menyebut langkah Trump yang memperluas tarif—sembari menunda implementasinya selama 90 hari untuk sebagian negara, namun tetap mengecualikan China—tidak cukup meredakan ketegangan pasar. Ketidakpastian politik dan arah fiskal yang tidak konsisten membuat pasar semakin gelisah.

Kondisi ini diperparah oleh sinyal bahwa investor asing seperti Jepang dan China—dua negara pemegang surat utang AS terbesar—mulai mengurangi kepemilikan mereka. Jika tren ini berlanjut, biaya pinjaman pemerintah AS bisa meningkat tajam, menekan anggaran federal dan memicu efek domino ke sektor swasta. Sejumlah analis memperingatkan, jika arus modal keluar membesar, nilai tukar dolar juga berisiko mengalami pelemahan mendadak.

Bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, volatilitas pasar obligasi AS bisa berdampak langsung pada nilai tukar, arus investasi, dan suku bunga domestik. Kenaikan yield AS seringkali mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang ke instrumen dolar yang lebih menguntungkan, memperlemah mata uang lokal dan memicu tekanan inflasi.

Situasi ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyusun kebijakan fiskal nasional serta menjaga ketahanan eksternal melalui diversifikasi pasar pembiayaan. Investor domestik pun diimbau lebih cermat membaca sinyal global agar tidak terjebak dalam dinamika sentimen pasar yang berubah cepat akibat kebijakan proteksionisme AS yang kian agresif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.