Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas, Kunyah Permen Karet Bisa Melepaskan Ratusan Mikroplastik ke Dalam Mulut Anda!

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 08:25 WIB | Oleh:
Awas, Kunyah Permen Karet Bisa Melepaskan Ratusan Mikroplastik ke Dalam Mulut Anda! Doc: Istimewa
Ket. Para peneliti menemukan bahwa satu gram (0,04 ons) permen karet melepaskan rata-rata 100 fragmen mikroplastik, meskipun beberapa melepaskan lebih dari 600. Berat rata-rata sebatang permen karet adalah sekitar 1,5 gram.

SAN DIEGO - Para peneliti baru-baru ini mengatakan, mengunyah karet dapat melepaskan ratusan potongan plastik kecil atau Mikroplastik langsung ke mulut manusia, memperingatkan tentang polusi yang ditimbulkan oleh permen berbahan dasar karet tersebut.

Dari Science Alert, studi kecil ini muncul saat para peneliti semakin banyak menemukan pecahan mikroplastik di seluruh dunia , dari puncak gunung hingga dasar laut – dan bahkan di udara yang kita hirup.

Mereka juga menemukan mikroplastik tersebar di seluruh tubuh manusia – termasuk di dalam paru-paru , darah , dan otak kita – memicu ketakutan tentang potensi dampaknya terhadap kesehatan .

"Saya tidak ingin membuat orang khawatir," kata Sanjay Mohanty, peneliti utama di balik studi baru yang belum ditinjau sejawat.

Tidak ada bukti yang secara langsung menunjukkan bahwa mikroplastik berbahaya bagi kesehatan manusia, kata Mohanty dari Universitas California, Los Angeles (UCLA).

Studi percontohan tersebut justru berupaya untuk mengilustrasikan cara lain yang masih sedikit diteliti yang digunakan untuk memasukkan potongan-potongan plastik yang sebagian besar tak terlihat ini ke dalam tubuh kita – permen karet.

Lisa Lowe, seorang mahasiswa PhD di UCLA, mengunyah tujuh potong masing-masing dari 10 merek permen karet, sebelum para peneliti kemudian menjalankan analisis kimia pada air liurnya.

Mereka menemukan bahwa satu gram (0,04 ons) permen karet melepaskan rata-rata 100 fragmen mikroplastik, meskipun beberapa melepaskan lebih dari 600. Berat rata-rata sebatang permen karet adalah sekitar 1,5 gram.

Permen karet dalam toples
Satu gram (0,04 ons) permen karet melepaskan rata-rata 100 fragmen mikroplastik, meskipun beberapa melepaskan lebih dari 600. (pookgreen/Canva)
Orang yang mengunyah sekitar 180 potong permen karet setahun dapat menelan sekitar 30.000 mikroplastik, kata para peneliti.

Hal ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan banyak cara lain manusia menelan mikroplastik, Mohanty menekankan.

Misalnya, peneliti lain memperkirakan tahun lalu bahwa satu liter (34 ons cairan) air dalam botol plastik mengandung rata-rata 240.000 mikroplastik.

'Ban, kantong plastik dan botol'

Permen karet yang paling umum dijual di supermarket disebut permen karet sintetis, yang mengandung polimer berbasis minyak bumi untuk mendapatkan efek kenyal, kata para peneliti.

Akan tetapi, kemasannya tidak mencantumkan plastik apa pun dalam bahan-bahannya, hanya menggunakan kata-kata "berbahan dasar permen karet".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.