Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masa Depan Pi Network Berintegrasi ke Telegram

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 10:39 WIB | Oleh:

Meskipun menjanjikan, Pi Network juga menghadapi kritik. Banyak yang mempertanyakan apakah Pi Network benar-benar bisa mencapai visi desentralisasi dan adopsi massal. Selain itu, hingga kini koin Pi belum terdaftar di bursa crypto besar, sehingga nilainya masih bersifat spekulatif.

Status Pi Network sebagai penipuan atau proyek yang sah masih diperdebatkan. Banyak yang skeptis, mengingat kemudahan penambangan dan janji keuntungan besar. Di sisi lain, jumlah pengguna yang besar menunjukkan minat yang signifikan. Seorang jurnalis blockchain ternama yang kerap mengupas pasar crypto Tiongkok, Colin Wu, turut memperingatkan tentang operasional Pi Network.

Selain itu, belum adanya nilai moneter resmi untuk Pi Coin menambah keraguan terhadap legitimasi proyek ini. Beberapa analis menyarankan bahwa Pi Network harus lebih transparan dalam operasionalnya dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku untuk menghindari potensi masalah hukum di masa depan.

Masa Depan Pi Network

Pi Network sedang dalam tahap pengembangan dan akan meluncurkan mainnet sepenuhnya dalam waktu dekat. Jika sukses, Pi Network berpotensi menjadi salah satu cryptocurrency yang paling inklusif di dunia.

Tim Pi Network menegaskan bahwa pendekatan mereka bertujuan untuk membangun komunitas yang kuat sebelum membuka akses penuh ke pasar. Mereka percaya bahwa dengan basis pengguna yang besar dan ekosistem yang berkembang, Pi Coin akan memiliki nilai dan utilitas yang signifikan di masa depan.

Pi Network Hadir di Dompet Crypto Telegram

Dikutip dari Pintu Edukasi, Pi Network membuat gebrakan besar saat memasuki pasar crypto, melonjak hampir 100% dalam minggu pertamanya dan mencapai puncaknya di angka $2,92 pada 27 Februari. Namun sejak saat itu, altcoin ini mengalami tekanan jual yang berkelanjutan. Pemeriksaan ketat dari bursa-bursa besar menghambat proses listing besar, dan permintaan terhadap token ini mulai menurun drastis.

Meskipun demikian, integrasi PI ke dalam dompet crypto Telegram hari ini memberikan harapan baru bagi komunitas Pi.

Integrasi ini sangat penting bagi Pi Network karena beberapa alasan. CEO Telegram, Pavel Durov, yang sebelumnya ditahan pada Agustus 2024, telah dibebaskan bulan ini. Setelah kembali aktif, ia membagikan statistik menarik tentang Telegram:

Dengan kata lain, Pi Network kini bisa menjangkau satu miliar pengguna Telegram, di mana rata-rata pengguna menghabiskan 41 menit setiap harinya di platform ini. Ini bisa menjadi potensi pasar yang sangat besar, dan para penggemar Pi menyebutnya sebagai “langkah bersejarah menuju adopsi massal keuangan terdesentralisasi.”

Pi Network Turun 25% dalam Seminggu

Perlu dicatat bahwa fitur crypto Telegram, meskipun penggunaannya mulai meningkat, masih belum dimanfaatkan secara luas. Terlepas dari pengumuman hari ini, harga PI masih turun lebih dari 25% dalam sepekan terakhir mencerminkan minat konsumen yang mulai menurun terhadap proyek ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.