Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Sawit RI Terancam, GAPKI Soroti Kebijakan Tarif AS

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Industri Sawit RI Terancam, GAPKI Soroti Kebijakan Tarif AS Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Petani memanen kelapa sawit.

PALEMBANG – Kebijakan tarif resiprokal dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan berimbas terhadap sektor komoditas Indonesia, terutama kelapa sawit. Sebab, Indonesia saat ini merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Berdasarkan data dari Foreign Agricultural Service Departemen Agrikultur Amerika Serikat untuk periode 2023/2024, Indonesia memproduksi sekitar 44 juta metrik tonminyak kelapa sawit, yang mencakup 57 persendari total produksi global. Posisi kedua ditempati oleh Malaysia dengan produksi sekitar 19,71 juta metrik ton (26 persen dari produksi global), diikuti oleh Thailand dengan 3,6 juta metrik ton (5 persen).?

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan menyebutkan tarif kebijakan tarif resiprokal AS dapat mengancam industri kelapa sawit di Indonesia.

Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto di Palembang, Rabu (9/4), mengatakan kenaikan tarif ekspor ke AS membuat produk kelapa sawit Indonesia mengalami tekanan, sehingga kondisi itu menjadikan kelapa sawit Indonesia kurang kompetitif di pasar global.

"Kebijakan ekspor AS ini berpotensi menurunkan volume ekspor dalam jangka pendek dan berdampak langsung pada pendapatan petani. Secara luas lagi pada pendapatan daerah," katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan tarif tersebut akan berdampak pada peningkatan biaya bagi pelaku ekspor komoditas kelapa sawit.

Karena itu, GAPKI Sumsel berharap pemerintah dapat segera melakukan negosiasi perdagangan dengan AS guna meminimalisir risiko tarif yang tinggi.

"Negosiasi perdagangan dengan AS dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak tarif bagi produk ekspor Indonesia ke AS," jelasnya.

Menurutnya, langkah dan kebijakan strategis pemerintah dalam menanggapi keputusan Donald Trump tersebut akan berdampak pada laju ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang selama ini dilakukan Indonesia.

"GAPKI Sumsel berharap ada kebijakan insentif keuangan, seperti keringanan pajak ekspor, pungutan ekspor juga perlu dipertimbangkan oleh pemerintah, agar dapat membantu mengatasi peningkatan biaya dan pengurangan volume permintaan akibat dampak kenaikan tarif AS," jelasnya.

Meski selama ini ekspor CPO ke AS bukanlah yang terbesar dibanding dengan pasar ke India, Tiongkok, atau Pakistan, namun hal itu harus menjadi momentum dalam memperkuat hilirisasi industri sawit.

"Ada potensi besar untuk inovasi dan hilirisasi sawit di Sumsel, karena posisinya yang strategis secara geografis dan ditambah pemerintah daerah sangat supportif dalam pengembangan industri kelapa sawit," ujarnya.

Alex mengatakan, kebijakan minyak sawit dari Indonesia akan tetap menjadi pilihan yang baik bagi importir AS. Hal ini terjadi karena AS juga memberlakukan kebijakan pajak impor yang tinggi bagi minyak nabati lainnya.

"Dari kebijakan ini juga bisa melihat potensi lain, dimana kita menunggu kebijakan berikutnya dari Tiongkok. Ada potensi Tiongkok mengenakan tarif tinggi pada kedelai AS sehingga dapat mengakibatkan Tiongkok mengimpor lebih banyak produk minyak sawit, daripada kedelai AS," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.