Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Asia Alami Sedikit Pemulihan Walau Ketidakpastian Tarif Trump Masih Membayangi

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 14:15 WIB | Oleh:

Namun, yang lain tidak seberuntung itu. Pasar di Taipei merosot lebih dari 4 persen, memperpanjang rekor kerugian hari sebelumnya sebesar 9,7 persen, sementara pasar di Singapura juga mengalami aksi jual lebih lanjut.

Sedangkan perdagangan di Jakarta dihentikan segera setelah pembukaan karena anjlok lebih dari 9 persen saat investor kembali dari liburan panjang, sementara bursa di Vietnam - yang telah dikenakan tarif 46 persen - turun 5 persen.

Para analis memperingatkan bahwa keadaan dapat menjadi lebih buruk. "Jika tidak ada satu pun tarif yang diumumkan dibatalkan melalui kesepakatan dalam empat pekan ke depan atau lebih, ekonomi global berisiko memasuki krisis seperti 'guncangan harga minyak' pada pertengahan tahun," kata Vincenzo Vedda, kepala investasi global di DWS.

Chris Weston dari Pepperstone menambahkan: "Sebagian besar melihat kecil kemungkinan bahwa Tiongkok akan membatalkan tindakan balasan tarif 34 persennya, jadi kami berasumsi ada risiko tinggi bahwa Trump akan menindaklanjutinya dengan tarif tambahan 50 persen."

Sedangkan CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengatakan kepada para pemegang saham: "Apakah daftar tarif tersebut menyebabkan resesi atau tidak, masih menjadi pertanyaan, tetapi hal itu akan memperlambat pertumbuhan."

Ia menambahkan bahwa tarif baru-baru ini kemungkinan akan meningkatkan inflasi.

Perang dagang juga telah menempatkan Federal Reserve dalam sorotan karena para ekonom mengatakan hal itu dapat menyebabkan harga melonjak. Pejabat bank sekarang harus memutuskan apakah akan memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi, atau mempertahankannya agar tetap tinggi untuk menekan inflasi.

"Karena tarif yang diumumkan sejauh ini lebih tinggi dari yang diharapkan sebelumnya, kami pikir risikonya sekarang condong ke arah penurunan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun," kata kepala investasi Nuveen, Saira Malik.

"Namun, perdebatan seputar pemangkasan lebih lanjut telah bergeser dari inflasi ke perlambatan pertumbuhan. Khususnya, panduan kami yang berdasarkan probabilitas telah meningkat dari total empat pemangkasan Fed hingga 2025 dan 2026 menjadi 6,6 pemangkasan," pungkas dia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Megapolitan
Prakiraan Cuaca Terbaru, BM...
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.