Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebaran 2025 Pacu Konsumsi Masyarakat, Nilai Belanjanya Cukup Fantastis

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 19:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebaran 2025 Pacu Konsumsi Masyarakat, Nilai Belanjanya Cukup Fantastis Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Belanja baju lebaran. 

JAKARTA - Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran meningkat signifikan dibandingkan hari-hari normal. 

Konsumsi meningkat karena Ramadan dan Lebaran tidak hanya momen ibadah, tapi juga peristiwa sosial-ekonomi dan budaya yang memperkuat aktivitas konsumsi, terutama pada makanan, pakaian, transportasi, dan hadiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa belanja masyarakat selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri 2025 mencapai Rp248,1 triliun.

"Belanja saat Ramadhan itu kelihatan naik di angka Rp248,1 triliun. Jadi natal, tahun baru, dan Ramadhan membantu daya ungkit daripada konsumsi kita," kata Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (8/4).

Ia menuturkan pada momentum natal, tahun baru, dan Idul Fitri ini turut mendorong konsumsi nasional.

Konsumsi masyarakat menjadi sektor yang penting dalam menopang perekonomian nasional, mengingat saat ini kondisi ekonomi global tengah menghadapi tantangan.

Hal itu tercermin dari kondisi pasar keuangan yang masih menunjukkan fluktuasi, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat berada di zona negatif, namun kini sudah menunjukkan tren positif.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga relatif stabil meskipun ada pelemahan, namun masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.

"Nilai tukar rupiah juga relatif terjaga, walaupun ada pelemahan tetapi kalau kita bandingkan negara lain di Jepang pelemahan itu sampai 50 persen demikian pula beberapa negara lain, kita masih lebih baik," kata Menko Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga juga menyampaikan bahwa yield treasury Indonesia dan obligasi masih terjaga dengan baik, serta cadangan devisa Indonesia relatif tetap stabil.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa Indonesia masih perlu mewaspadai kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

"Trade policy uncertainty -nya juga tinggi, sehingga kita masuk dalam kebijakan yang tidak pasti, terjadi gejolak pasar uang seluruh dunia, pelemahan mata uang di emerging market, kemudian juga retaliasi tarif oleh China, kemudian rantai pasok global juga terganggu," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Kabut Asap Dampak Kebakaran Belum Ganggu Bandara Singkawang

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabut Asap Dampak Kebakaran...
Nasional
Perlu Segera Menghitung Ket...

Sepanjang Juni Lalu Ekonomi Bali Tumbuh Lumayan

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sepanjang Juni Lalu Ekonomi...

Perum Bulog Singkawang Serap 7.862,97 Ton Gabah Petani

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Perum Bulog Singkawang Sera...
Daerah
BPBD: Pohon Tumbang Menimpa...
Nasional
Pangdam Merdeka Tuntut Bint...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.