Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Perlambatan Ekonomi Global, Celios: Kelas Menengah perlu diberi Stimulus

📅 Kamis, 05 Jun 2025, 13:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Perlambatan Ekonomi Global, Celios: Kelas Menengah perlu diberi Stimulus Doc: istimewa
Ket. Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda

JAKARTA-Indonesia perlu memperkuat perekonomian domestik dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Sebab, terbaru, Organization for Economic Cooperation and Development/OECD memproyeksi, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global akan melambat dari 3,3 persen pada 2024 menjadi 2,9 persen pada 2025 dan 2026.

Perlunya memperkuat ekonomi dalam negeri ditegaskan oleh Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda. "Itu penting menghindari dampak perlambatan perekonomian global,"tegas Huda pada Koran Jakarta, Kamis (5/6).

 Sebenarnya kata Huda, ekspor kita relatif kecil sharenya terhadap produk domestik bruto (PDB), yang paling tinggi adalah konsumsi domestik, terutama konsumsi rumah tangga. Maka, menjaga daya beli menjadi keharusan “hakiki" agar konsumsi rumah tangga tidak terjun bebas. Salah satunya melalui stimulus ke kelas menengah serta melalui berbagai kebijakan terkait stabilisasi harga. Hal itu itu bisa mendorong konsumsi masyarakat. 

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan melambat dari 3,3 persen pada 2024 menjadi 2,9 persen pada 2025 dan 2026, menurut Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) pada Selasa (3/5).

 OECD merevisi turun proyeksi pertumbuhan globalnya, dengan mempertimbangkan asumsi teknis bahwa kebijakan tarif yang diterapkan hingga pertengahan Mei akan tetap diberlakukan, meskipun sejumlah sengketa hukum masih berlangsung. 

Dalam Proyeksi Ekonomi terbarunya, OECD merevisi turun proyeksi pertumbuhan globalnya, dengan mempertimbangkan asumsi teknis bahwa kebijakan tarif yang diterapkan hingga pertengahan Mei akan tetap diberlakukan, meskipun sejumlah sengketa hukum masih berlangsung. 

OECD memperingatkan bahwa apabila tren-tren saat ini terus berlanjut, seperti meningkatnya hambatan perdagangan, pengetatan kondisi keuangan, melemahnya kepercayaan bisnis dan konsumen, serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan, maka semua itu dapat secara signifikan menghambat prospek pertumbuhan global

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan total anggaran 24,44 triliun rupiah untuk lima kebijakan stimulus. Tujuannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal II/2025 tetap mendekati 5 persen.

Alami Tekanan Ekonomi

Sama dengan Huda, Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, menyoroti pentingnya inklusivitas dalam implementasi program stimulus ekonomi pemerintah. Menurutnya, selain fokus pada kelompok rentan, kebijakan tersebut juga perlu menjangkau kelas menengah yang kini menghadapi tekanan ekonomi.

"Kita juga perlu melihat kelas menengah yang kini menghadapi tekanan. Kita berharap masyarakat kelas menengah dapat turut merasakan stimulus ekonomi yang inklusif sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara menyeluruh," tutur legislator dari Dapil Jawa Timur IV itu di Jakarta, Rabu (4/6).

Charles mengingatkan bahwa kelas menengah selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik, yang merupakan komponen penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Tekanan terhadap kelompok ini, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan penghasilan di sektor industri, jasa, dan ekonomi kreatif, dinilainya sudah mulai mengkhawatirkan.

“Perlu diingat, kelas menengah selama ini menjadi penopang utama konsumsi domestik. Menjaga kelompok kelas menengah tetap kuat artinya kita menjaga kestabilan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” sebut Charles.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.