Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, Sentra IKM Slag Aluminium Jombang Ubah Limbah Jadi Bernilai Tambah

📅 Minggu, 30 Mar 2025, 08:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keren, Sentra IKM Slag Aluminium Jombang Ubah Limbah Jadi Bernilai Tambah Doc: Kemenperin
Ket. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM), dengan salah satu upayanya melalui pengembangan sentra IKM di berbagai daerah. Pengembangan sentra ini dilakukan dengan melihat potensi pengembangan bahan baku lokal maupun komunitas pelaku IKM yang telah terbentuk dalam wilayah tertentu. 

"Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk aktif memperkuat dan mempromosikan keunggulan sentra-sentra IKM sehingga dapat memberikan kontribusi positif kepada perekonomian masyarakat di daerah," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta akhir pekan kemarin.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin mendorong pemerintah daerah agar dapat memanfaatkan skema melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang IKM untuk pengembangan sentra IKM potensial di wilayahnya. DAK Fisik Bidang IKM ini sebagai salah satu metode pembiayaan pengembangan sentra IKM, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai program demi memperkuat kemampuan dan kapasitas IKM di lokasi sentra. 

Program itu di antaranya untuk memfasilitasi pembangunan rumah produksi, Unit Pelayanan Teknis (UPT), rumah kemasan, pengadaan mesin dan peralatan, dan infrastruktur lainnya yang diusulkan oleh pemerintah daerah dalam upaya menciptakan keunggulan daya saing sentra IKM, tutur Reni. Namun demikian, pemda penerima DAK perlu memperhatikan lebih rinci seperti apa kondisi sarana produksi sebagai fasilitas utama sentra IKM.

Selanjutnya, Reni menekankan pentingnya kajian kebutuhan unit pendukung dalam sentra IKM, seperti rumah promosi, dan infrastruktur penunjang untuk meningkatkan kualitas produk dan teknis produksi. “Di antaranya seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAB), hingga pengadaan mesin/peralatan yang sesuai dengan alur proses produksi,"sebutnya.

Reni mencontohkan, salah satu sentra IKM yang berhasil tumbuh dan berkembang melalui pemanfaatan DAK adalah Sentra Slag Aluminium Jombang. Sentra seluas 1,16 hektare ini berlokasi di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Sentra IKM Slag Aluminium Desa Kendalsari tersebut dikelola oleh Koperasi Berkah Logam Kendalsari, yang menaungi 25 IKM, dan berhasil menyerap tenaga kerja hingga 200 orang yang bekerja di bagian produksi, pemasaran, dan lain-lain. 

"Dengan total DAK Fisik Bidang IKM yang diterima, pemda dan koperasi berupaya untuk menata dan mengembankangkan sentra usaha pengolahan slag aluminium yang selama ini menjadi usaha turun temurun, dengan pengelolaan lingkungan yang sesuai aturan, demi pemberdayaan ekonomi lokal, hingga mampu menambah daya saing produk,"ungkap Reni.

Dirjen IKMA juga mengungkapkan, sebelum revitalisasi Sentra IKM Slag Aluminium Jombang dilakukan, berdasarkan data dan informasi yang disampaikan oleh Pemkab Jombang, industri daur ulang abu aluminium telah berjalan di Kecamatan Sumobito sejak tahun 1970. 

Namun, perkembangan industri kecil di daerah tersebut mengkhawatirkan lantaran pengolahan abu (slag) aluminium termasuk ke dalam kegiatan pemanfaatan bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga dibutuhkan analisa dan izin pengolahan dan pemanfaatan sisa limbah sesuai aturan terkait. 

"Kini, Sentra IKM Slag Aluminium Jombang membuktikan keberhasilannya mengubah limbah B3 menjadi berkah bagi IKM anggotanya,"ujar Reni.

Pada tahun 2009, Pemerintah Kabupaten Jombang menetapkan Kecamatan Sumobito dan Kecamatan Kesamben sebagai zona khusus sentra kegiatan daur ulang slag aluminium melalui Peraturan Daerah No. 21 tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jombang. Setelah itu, pada tahun 2021, Pemkab Jombang mulai membangun Sentra IKM Slag Aluminium di Sumobito.

Limbah Jadi Lebih Terkendali

Dengan dibangunnya sentra IKM slag aluminium, limbah industri jadi lebih terkendali, lebih banyak lapangan kerja yang terserap, tercipta nilai tambah produk, yang dalam jangka panjang juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, imbuh Reni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.