8 Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan yang Didukung oleh Sains
📅 Kamis, 27 Mar 2025, 08:13 WIB | Oleh: Lili Lestari3. Menjaga Berat Badan Tetap Sehat
“Jumlah kalori yang terbakar saat berjalan tergantung pada kecepatan dan jarak, tetapi jumlah kalori yang terbakar dapat membantu tujuan Anda untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan,” kata William Daixon, salah satu pendiri Signos dan Asisten Profesor Klinis di Sekolah Kedokteran Stanford.
Dalam satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of Exercise Nutrition and Biochemistry , wanita obesitas klinis yang berpartisipasi dalam program jalan kaki selama 12 minggu (50 hingga 70 menit jalan kaki dengan intensitas sedang tiga hari seminggu) kehilangan lemak perut dan menunjukkan perbaikan kadar glukosa puasa mereka.
4. Penghilang Stres dan Pengatur Suasana Hati
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada beberapa alasan mengapa berjalan kaki untuk "menjernihkan pikiran" benar-benar ampuh. "Berjalan kaki dapat membantu mengatur emosi," kata Craig Kain, seorang psikolog dan psikoterapis yang tinggal di Long Beach, California.
"Kadang-kadang, perasaan menguasai diri kita, dan kita merasa tidak seimbang secara emosional. Berjalan kaki dapat meningkatkan kadar dua neurotransmitter, dopamin, 'hormon bahagia', dan menurunkan kadar kortisol, 'hormon stres', sehingga mengembalikan otak kita ke keadaan seimbang."
Kain mencatat, rutinitas berjalan kaki yang teratur dapat memberikan "waktu istirahat" untuk refleksi diri yang tenang atau memungkinkan individu yang terisolasi untuk terhubung dengan orang lain di komunitas mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
5. Mengurangi Risiko Demensia
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki setiap hari, kurang dari 10.000 langkah adalah idea, dikaitkan dengan penurunan risiko demensia. Namun, bahkan kurang dari setengah dari jumlah tersebut dapat memberikan efek positif, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer's Disease .
Bagaimana aktivitas fisik mempengaruhi kesehatan otak tidak sepenuhnya jelas, tetapi penulis menyarankan bahwa teori "model kapasitas adaptif" mungkin berperan.
"Model ini menunjukkan bahwa selama penuaan, otak merespons secara adaptif dengan mengurangi kapasitasnya untuk mengurangi biaya energi, yang menyebabkan atrofi otak regional terkait usia dan fungsi terkait," tulis mereka. "Melakukan olahraga di usia lanjut dapat meningkatkan kapasitas secara adaptif, sehingga mengurangi dampak penuaan kognitif."
6. Untuk Pemulihan
Berjalan kaki juga dapat bermanfaat bagi para atlet dan individu yang melakukan latihan intens. Membantu memperlancar aliran darah, yang dapat membantu membersihkan sisa-sisa latihan keras dan mempercepat perbaikan serat otot yang rusak. Jalan kaki juga dapat membantu mengurangi pembengkakan pascalatihan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!