Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada Penipuan! Ini Tips dari Kaspersky agar Tak Terjebak Phishing Saat Belanja Online

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 15:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada Penipuan! Ini Tips dari Kaspersky agar Tak Terjebak Phishing Saat Belanja Online Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Belanja online.

JAKARTA – Masyarakat perlu waspada terhadap berbagai aksi kejahatan di dunia maya, terlebih menjelang lebaran. Sebab, menjelang lebaran, tingkat konsumsi masyarakat biasanya sangat tinggi, terutama makanan dan baju.

Tingginya konsumsi tersebut dimanfaatkan para oknum tak bertanggung jawab melakukan penipuan melalui online. Terlebih lagi, tingkat pemahaman masyarakat tentang digital atau literasi masih rendah.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menyampaikan langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk menghindari modus penipuan yang disebut phishing saat menggunakan platform perdagangan daring untuk belanja barang-barang keperluan Lebaran.

Dalam keterangan persnya, Rabu (26/3), Kaspersky menyoroti peningkatan penggunaan platform belanja daring social commerce (s-commerce) dan risiko keamanannya.

"Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam metode berbelanja. Kini, masyarakat tidak hanya berbelanja di toko fisik atau pasar tradisional, tetapi juga melalui media sosial," kata Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara Yeo Siang Tiong.

Data Statista memproyeksikan pendapatan dari social commerce akan mencapai 22 persen dari seluruh transaksi e-commerce pada tahun 2028. Berdasarkan hasil survei, 60 persen masyarakat Indonesia merasa puas dan akan terus menggunakan s-commerce, sementara 40 persen lainnya masih menunggu pembaruan fitur menarik dari s-commerce.

Platform s-commerce yang banyak mereka gunakan untuk berbelanja antara lain TikTok, Instagram, dan Facebook. Namun, belanja menggunakan platform s-commerce ada risiko keamanannya.

Data terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa pengguna TikTok juga menjadi sasaran penipuan. Penipu membuat halaman TikTok Shop palsu untuk mencuri kredensial penjual, yang berpotensi menimbulkan kerugian reputasi dan finansial.

Selama 2024, teknologi anti-phishing Kaspersky mendeteksi lebih dari delapan juta upaya phishing yang menargetkan pengguna Indonesia.

"Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terutama terhadap pengumuman penjualan yang disampaikan melalui email, pesan teks, postingan media sosial, atau bahkan panggilan telepon," kata Yeo.

Phishing adalah jenis serangan siber yang menggunakan surel, pesan teks, panggilan telepon, atau situs web palsu untuk mengelabui orang agar membagikan data sensitif, mengunduh malware, atau mengekspos diri mereka terhadap kejahatan siber.

Dalam kejahatan phishing yang umum, seorang peretas berpura-pura menjadi orang yang dipercaya korban seperti kolega, bos, figur otoritas, atau perwakilan merek terkenal lantas mengirimkan pesan yang mengarahkan korban untuk membayar tagihan, membuka lampiran, mengeklik tautan, atau melakukan tindakan lain.

Cara Menghindari

Kaspersky membagikan langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk menghindari phishing sebagai berikut. Pertama, jangan sekali-kali mengklik tautan mencurigakan yang dikirimkan melalui media sosial, teks, SMS, aplikasi pesan, atau platform lainnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.