Rupiah Terus Merosot, Jangan Tutup Mata dengan Problem Internal
📅 Rabu, 26 Mar 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiKedua, tentu masyarakat akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah ini, karena biaya impor bahan baku akan naik, impor barang jadi juga akan naik dan produsen ataupun pedagang akan meneruskan ke konsumen berupa harga yang lebih tinggi, sehingga ini akan menciptakan imported inflation dan akan membuat daya beli masyarakat semakin menurun.
Pada tahap berikutnya, produsen ketika biaya semakin melemah maka mereka akan dihadapkan pada biaya bahan baku semakin tinggi sementara margin harus dipertahankan agar operasional perusahaan bisa terus berjalan dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.
“Ini situasi yang akan membuat ruang fiskal semakin sempit. Saran saya sih kalau asumsinya sudah terlalu jauh perlu dilakukan APBN Perubahan dan prosesnya segera dilakukan di DPR,” kata Bhima.
Sementara itu, peneliti ekonomi Celios Nailul Huda mengatakan, Bank Indonesia telat mengantisipasi pergerakan rupiah yang sangat masif naik beberapa bulan terakhir. Padahal salah satu tugas BI adalah menjaga stabilitas rupiah dengan kebijakan moneternya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“BI lambat menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Bahkan sejak enam bulan, pelemahannya hampir 10 persen,”tegas Huda.
Nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh titik terendah tidak lepas dari kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tidak kuat.
“Klaim Pemerintah bahwa fondasi ekonomi Indonesia kuat ternyata lips service belaka, kenyataannya, ekonomi kita rapuh,”tandas Huda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!