Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulihkan IHSG, Celios Kasih Saran Seperti Ini

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulihkan IHSG, Celios Kasih Saran Seperti Ini Doc: antara
Ket. Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda - Yang paling utama adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang memberatkan APBN dan memiliki sentimen negatif

JAKARTA – Pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan yang memberatkan APBN untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan investor. Langkah tersebut sangat diperlukan dalam rangka memulihkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan investor asing melepas modal dari Indonesia karena melihat fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai kurang baik, sehingga membuat IHSG memerah. Selain itu, tertekannya IHSG juga disebabkan oleh adanya aliran uang yang berpindah kepada Surat Berharga Negara (SBN), seiring dengan suku bunga pengembalian SBN yang tinggi, di atas 7 persen.

"Yang paling utama adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang memberatkan APBN dan memiliki sentimen negatif di masyarakat," ujar Nailul di Jakarta, Senin (24/3).

Dia mengatakan evaluasi ini harus dilakukan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) agar tidak saling berebut likuiditas pasar uang. Lebih lanjut, Nailul menjelaskan trading halt atau penghentian sementara perdagangan di pasar saham, merupakan dampak dari akumulasi beberapa kebijakan atau kejadian yang menyebabkan kepercayaan dari investor menurun.

Selanjutnya, terdapat penurunan peringkat investasi saham Indonesia oleh Morgan Stanley dan Goldman Sachs akibat data fiskal yang tidak menggembirakan seperti potensi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) akan membengkak. "Akibatnya, ada panic selling investor, terutama investor dari luar negeri. Mereka menahan investasinya sembari wait and see kebijakan Pemerintah," ucapnya.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai IHSG akan membaik atau stabil kembali bila pemeritah bisa memberikan rasa percaya kepada investor asing terkait dengan pengelolaan ekonomi dan politik. Dzulfian menyebut kepercayaan investor merupakan syarat utama untuk mengembalikan aliran modal masuk asing atau capital inflow.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.