Merawat dugong dengan Kearifan Lokal
📅 Jumat, 21 Mar 2025, 13:35 WIB | Oleh: Ones"Mungkin dugong itu adalah rajanya saat bersama-sama dalam sekumpulan besar ikan teri. Kalau rajanya sudah tidak ada, ikan teri menghilang. Mungkin satu kerajaan," kata Syamsudin.
Kearifan lokal tidak mengkonsumsi daging dugong kemudian terbukti tidak hanya memiliki makna menjaga kelestarian dugong semata. Tapi pesan yang besarnya adalah kaum perempuan nelayan seperti mendapatkan panen besar saat musim ikan putih tiba.
Kearifan lokal itu bertahan sampai saat ini. Saat mengambil ikan teri terlihat juga ada tiga atau empat ekor dugong di pinggir kelompok teri. Nelayan bahkan segera menyingkirkan jala bila ada dugong yang melintas agar tidak terjerat.
Bagi Syamsudin, yang sudah lebih 40 tahun melaut, ada keinginan besar agar upaya menjaga populasi dugong dituangkan dalam sebuah peraturan desa yang mengikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jangan lupa menjaga bakau
Ismail Husen, warga setempat mengatakan, menjaga habitat dan populasi dugong juga tidak bisa dipisahkan dari baik buruknya kondisi bakau yang ada di sekitarnya.
"Kalau ekosistem bakau terjaga, maka itu akan menyangga perairan yang ada di sekitar, termasuk habitat dugong," kata Koordinator Bidang Publikasi dan Kampanye Yayasan Swara Parangpuan Ismail Husen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mae, begitu pria tersebut disapa, sudah sejak tahun 1996 menjadi aktivis lingkungan yang terus mengkampanyekan pelestarian bakau berspektif gender di beberapa desa sekitar termasuk Arakan.
Khusus materi pelestarian bakau, kata dia, biasanya dimasukkan dalam muatan lokal. Sesekali siswa juga diajak melihat ekosistem bakau untuk mengenal jenis dan manfaatnya.
"Guru juga kadang meminta kami melengkapi materi ajar terkait dengan bakau," katanya.
Ismail mengatakan, terjaganya hutan bakau yang ada di Arakan, ikut mendukung pelestarian satwa Dugong yang ada di perairan tersebut.
Apabila ekosistem bakau rusak, maka ikut mempengaruhi ketersediaan makanan dugong yang bersumber dari lamun.
"Karena itu, kami terus melakukan edukasi kepada anak sekolah agar pemahaman mereka menjaga kelestarian lingkungan semakin terasah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!