Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merawat dugong dengan Kearifan Lokal

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 13:35 WIB | Oleh:
Merawat dugong dengan Kearifan Lokal Doc: Antara

Manado - Perairan Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan menjadi salah satu tempat hidup dan berkembang biak dugong (Dugong dugon), mamalia laut yang dilindungi.

Desa Arakan adalah satu dari beberapa desa di Kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara, bagian selatan, seperti Desa Rap-Rap, Sondaken, Pungkol, Popareng dan Wawontulap (Kecamatan Tatapaan), serta Desa Poopo, Teling, Kumu, Pinasungkulan di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa.

1742538258_10d81e62bec977ad6034.jpg

Populasi dugong di sana masih terjaga karena kearifan lokal yang tetap tumbuh turun-temurun. Satu yang dipercayai masyarakat setempat, memakan dugong dapat menyebabkan hilangnya ikan teri yang di perairan Desa Arakan.

"Tak jauh dari perkampungan Desa Arakan ada  kolam dugong. Setiap hari bisa dijumpai beberapa ekor dugong bermain di kolam itu," kata Syamsudin Bugis, 63 tahun, warga Arakan.

Cerita soal dugong yang saban hari muncul di perairan Arakan sudah didengarnya sejak berusia muda.

"Kami juga pernah memelihara dua ekor dugong, tapi pada akhirnya dilepaskan. Di sini menjadi salah satu habitat dugong dengan populasi yang cukup banyak," katanya.

Perairan Arakan menjadi salah satu habitat hewan menyusui tersebut karena menyediakan lamun yang melimpah sebagai sumber makanan.

"Tak sekadar makan, dugong juga kawin di perairan ini," ujarnya.

Dari sejumlah cerita masyarakat, kearifan lokal yang dipercayai turun-temurun menjadi benteng utama sehingga populasi dugong masih bertahan hingga saat ini.

Diyakini oleh masyarakat setempat, saat ikan teri  masuk wilayah perairan Arakan, maka sekumpulan dugong akan ikut juga dalam kelompok tersebut.

Ada cerita bahwa kearifan lokal itu tumbuh berkat ada kesadaran bahwa keberadaan dugong ada kaitannya dengan berlimpahnya ikan teri di peraian itu. Ikan teri itu merupakan objek buruan masyarakat, terutama para perempuan nelayan di daerah itu.

Dulu, ada masyarakat yang menangkap dan mengkonsumsi dugong. Tak lama kemudian, kelompok dalam jumlah besar ikan teri menghilang atau lari.

Awalnya hal itu dianggap biasa. Tapi setelah beberapa kali kejadian, orang-orang tua  kemudian mempelajari bahwa hilangnya teri ada kaitannya dengan banyaknya dugong yang ditangkap.  Lalu, tua-tua adat di kampung mengajak masyarakat jangan lagi memakan daging dugong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.