Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Orang Sunda harus tampil dan berkontribusi pada negara

📅 Sabtu, 12 Apr 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Orang Sunda harus tampil dan berkontribusi pada negara Doc: ANTARA/HO Paguyuban Pasundan
Ket. Para tokoh yang hadir pada Silaturahim Paguyuban Pasundan di Bandung, di antaranya anggota DPR TB Hasanuddin (kanan), Jaksa Agung ST Burhanudin (ketiga kiri), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kedua kiri),

Bandung -- Orang-orang Sunda diminta untuk memperkuat akar budayanya, serta didorong harus berani tampil dan berkontribusi pada bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan para tokoh yang hadir dalam Halal bi Halal dan silaturahim Ba’da Idul Fitri 1446 Hijriah di Paguyuban Pasundan Bandung, salah satunya adalah Jaksa Agung ST Burhanudin yang menekankan orang Sunda harus lebih banyak berkontribusi pada negara.

"Saya ingin orang sunda bukan jadi kelompok yang penakut, karena di dalam pemerintahan Pak Jokowi orang Sunda hanya sedikit, itu fakta. Namun periode ini kita banyak yang diambil di pemerintahan seperti di kejaksaan, KLH , Kementerian Pendidikan, kita harus berkontribusi seperti dalam pembenahan alam, termasuk pembenahan tambang. Kita bersama-sama termasuk Paguyuban Pasundan berjuang untuk memajukan orang Sunda karena siapa lagi kalau bukan kita," kata ST Burhanuddin di lokasi, Sabtu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kesempatan itu juga menekankan hal senada, dia mengingatkan para bupati dan wali kota untuk melakukan pembangunan harus kembali lagi ke Budaya Sunda, terlebih dengan kondisi saat ini bukan masyarakat dan pemimpin yang berkesadaran.

"Jadi harus mencontohkan oleh pemimpin dan juga diperlihatkan kepada masyarakat. Jadi diharapkan Paguyuban Pasundan dan Unpas bisa melahirkan pemimpin dan tokoh yang mengerti dengan kesundaan dan kehidupan di kesundaan," ujarnya.

Salah satunya, kata dia,  di Jawa Barat (Jabar) jangan terlalu banyak tambang yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

"Jawa Barat itu kaya dengan alam jadi jangan dirusak, saya minta bupati dan wali kota agar menerapkan aturan tata ruang dan lingkungan dalam merawat alam Sunda dan membangun kepercayaan warganya karena orang sunda saat ini tidak percaya diri," ujarnya.

Lebih lanjut dia menekankan orang Sunda harus memiliki kinerja yang baik dan bisa menjadi tauladan bagi suku bangsa yang lainnya.

"Orang yang berasal dari Sunda itu harus memperlihatkan kinerja yang baik dan jadi tauladan bagi yang lain," kata Dedi.

Paguyuban Pasundan, kata Dedi, menjadi organisasi yang meletakkan dasar-dasar kebudayaan, dan membangun spirit aspek kesundaan harus memiliki manfaat bagi keindonesiaan.

"Kita ini bernegara, ruang lingkupnya berbeda-beda ada yang di provinsi, kabupaten/kota, ada yang di pemerintahan pusat semuanya bernegara, jadi orang Sunda harus berkontribusi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.