Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Daerah di Sultra Masuk Wilayah Rawan Bencana Banjir

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 22:33 WIB | Oleh:
Enam Daerah di Sultra Masuk Wilayah Rawan Bencana Banjir Doc: Antara

Kendari - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut bahwa terdapat enam daerah di Bumi Anoa yang masuk dalam kategori wilayah rawan bencana banjir jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah (H)/2024 Masehi (M).

Kepala BPBD Provinsi Sultra Muhammad Yusup saat ditemui di Kendari, Kamis malam, mengatakan bahwa enam daerah tersebut, antara lain Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka Utara (Kolut), dan Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

1742483956_4eb7003922726ed544d8.jpg

"Ini yang kami antisipasi bencana banjir," kata Muhammad Yusup.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari, jika di saat Hari Raya Idul Fitri tersebut merupakan puncaknya terjadi hujan.

"Nah, tentunya harus kita antisipasi, utamanya di daerah-daerah yang rawan banjir, longsor, gempa bumi, itu yang kita antisipasi," kata Muhammad Yusup.

Dia menjelaskan untuk mengantisipasi itu, BPBD Sultra telah mengeluarkan imbauan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan persiapan apabila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan kebencanaan.

"Untuk melakukan persiapan terkait apa yang sudah dianjurkan, yaitu siaga di pos-pos yang ada untuk mengantisipasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat, itu yang kita lakukan kepada kabupaten/kota," ujarnya.

Muhammad Yusup mengungkapkan bahwa untuk persiapan mengantisipasi bencana alam menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, Pemerintah Daerah telah menetapkan posko-posko gabungan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Perhubungan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya mengimbau kepada seluruh daerah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mengantisipasi bencana yang terjadi.

"Utamanya banjir yang akhir-akhir ini banyak terjadi. Paling tidak kita memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengambil langkah-langkah yang antisipatif melalui pemerintah daerah," ucapnya.

Berdasarkan data indeks resiko bencana, hampir seluruh wilayah di Bumi Anoa ini masuk dalam kategori indeks resiko bencana tinggi, yang terutama untuk bencana gempa bumi dan banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.