Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Sebut Ketidakpastian Global Tetap Tinggi

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI Sebut Ketidakpastian Global Tetap Tinggi Doc: antara
Ket. Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia - Di Amerika Serikat, kebijakan tarif impor berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, di tengah meningkatnya pemberian insentif fiskal.

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memandang ketidakpastian global akan tetap tinggi akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang makin meluas.

"Di Amerika Serikat, kebijakan tarif impor berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, di tengah meningkatnya pemberian insentif fiskal. Sementara, laju penurunan inflasi tidak secepat yang diperkirakan," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers "Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Maret 2025" di Jakarta, Rabu (19/3).

Seperti diukutip dari Antara, Perry melanjutkan bahwa ekonomi Eropa, Jepang, dan India juga terkena dampak rambatan kebijakan tarif impor AS tersebut, di tengah permintaan domestiknya yang belum meningkat akibat keyakinan usaha yang rendah dan ekspor yang melambat.

Sementara itu, pelemahan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebagai akibat kebijakan tarif impor AS tersebut tertahan dengan kebijakan pelebaran defisit fiskal 2025 dari yang ditargetkan.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diperkirakan sebesar 3,2 persen," kata dia.

Di pasar keuangan global, ketidakpastian masih berlanjut yang diwarnai oleh penurunan imbal hasil (yield) US Treasury dan melemahnya indeks mata uang dollar Amerika Serikat di tengah ketidakpastian penurunan suku bunga AS atau Fed Funds Rate (FFR).

Aliran modal global yang semula terkonsentrasi ke AS bergeser sebagian ke komoditas emas dan obligasi di negara maju dan negara berkembang.

Sementara itu, portofolio investasi saham masih terkonsentrasi ke negara maju kecuali Amerika Serikat dan belum masuk ke negara emerging market.

Antisipasi The Fed

Lebih lanjut, Perry menilai, The Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate/FFR), sehingga proyeksi BI terhadap pemangkasan FFR tidak berubah yakni hanya satu kali pada 2025.

“Kami perkirakan Fed Funds Rate itu kemungkinan hanya sekali turun tahun ini. Dan juga sepertinya The Fed tidak akan buru-buru menurunkan Fed Funds Rate,” kata Perry.

Perry juga mengatakan bahwa ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi. Imbal hasil (yield) US Treasury turun atau tidak setinggi dibandingkan sebelumnya. Begitu pula indeks mata uang dollar AS yang tidak sekuat sebelumnya.

Secara terpisah, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyampaikan bahwa pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi keputusan The Fed.

The Fed menyelenggarakan pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18-19 Maret 2025.

“Investor saat ini mengantisipasi keputusan Fed dalam pertemuan FOMC,” ujar Josua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.